Laporkan Masalah

EVALUASI MASTER PLAN TERMINAL PETIKEMAS SEMARANG

DODY EFRIANTO, Prof. Dr. Ir. Nur Yuwono, Dipl. H.E,

2012 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Kecepatan penanganan bongkar muat petikemas di pelabuhan merupakan salah satu pelayanan terhadap kapal container yang berlabuh di dermaga. Untuk menunjuang hal tersebut, Pelabuhan Tanjung Emas memiliki terminal khusus yang menangani petikemas sejak tahun 2001. Data sejak tahun 2001 hingga 2010 menunjukkan arus petikemas yang melalui Terminal Petikemas Semarang (TPKS) mengalami kecendrungan peningkatan setiap tahunnya begitu juga dimensi kapal rata-rata yang berkunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi master plan TPKS terhadap arus petikemas dan arus kapal saat ini dan menganalisis master plan TPKS sehingga memenuhi kebutuhan hingga tahun 2030. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengevaluasi kondisi existing TPKS terhadap standar dan terhadap kebutuhan fasilitas berdasarkan arus petikemas dan arus kapal. Metode regresi dilakukan untuk memprediksi arus petikemas dan arus kapal yang hasilnya digunakan untuk menentukan rencana pengembangan master plan TPKS hingga tahun 2030. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi existing pada alat bongkar muat, dermaga, Gudang CFS, lapangan penumpukan petikemas (Container Yard, CY) ekspor pada CY 01 dan CY 05, dan lapangan penumpukan petikemas barang berbahaya (CY 02) masih dapat memenuhi kebutuhan hingga tahun 2030. Kebutuhan dalam dan lebar alur pelayaran, serta dalam kolam pelabuhan sudah melebihi kondisi existing. Kedalaman alur pelayaran dan kolam pelabuhan harus diperdalam hingga 13 m dan 12 m. Pelebaran alur pelayaran dilakukan hingga 146 m. Kebutuhan luas lapangan penumpukan petikemas reefer pada CY 01, petikemas behandle dan ex-behandle (CY 03 dan CY 04) dan petikemas kosong (CY 06) sudah melebihi kondisi existing. Ruang untuk petikemas reefer diperluas hingga 4570 m2. Kelebihan petikemas behandle dan petikemas kosong diletakkan pada CY 01 impor. Pada tahun 2016, kebutuhan luas CY 01 impor akan melebihi luas existing. Perluasan CY 01 impor dilakukan dengan menambah 1 blok atau 9182 m2 pada tahun 2015. Kebutuhan luas lapangan penumpukan petikemas kosong diprediksi akan kurang dari luas CY 04 pada tahun 2022, sehingga petikemas kosong dapat diletakkan pada CY 04 dan petikemas ex-behandle pada CY 06 pada tahun tersebut

The handling speed of loading and unloading containers at the port is one of service to the container ship that docked at the wharf. To support this, Tanjung Emas Port has a special terminal to handle containers since 2001. The data since 2001 untul 2010 indicate that the flow of containers through Semarang Container Terminal (SCT) have increased each year trend So is the average dimensions of ships calls. The purpose of this study is to evaluate the SCT master plan againts the existing of container flow and ships calls and to analyze SCT master plan that meets the needs up to 2030. The research was conducted by evaluating the existing condition based on standards and the need facilities based on container flow and ships calls. Regression method was conducted to predict container flow and ships calls whose results are used to determine the development SCT master plan until 2030. The results of study show that the existing conditions of loading and unloading equipment, wharf, CFS warehouse, exports container yard (CY 01 and CY 05), and dangerous goods containers yard (CY 02) still meet the needs until 2030. The need for deep and wide of navigation channel, and the depth of port pool already exceeds the existing condition. The depth of navigation channel and port pool should be deepened to 13 m and 12 m. The wide of navigation channel should be widened to 146 m. The need for reefer container yard at CY 01, behandle and ex-behandle container yard (CY 03 and CY 04), and empty container yard (CY 06) has exceeded existing conditions. The space for reefer containers is expanded up to 4570 m2. The excess of behandle and empty container is placed at the CY 01 imports. In 2016, the needs of CY 01 imports area will exceed the existing area. CY 01 import expansion is done by adding a block or 9182 m2 in 2015. The needs for an empty container yard is predicted to be less than CY 04 area in 2022, so that empty containers can be placed on the CY 04 and container ex-behandle in CY 06 in that year

Kata Kunci : Master plan TPKS, Dermaga, Lapangan penumpukan patiekmas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.