Laporkan Masalah

PENGARUH PELATIHAN RELAKSASI UNTUK KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF INDIVIDU DENGAN HIV/AIDS (IDHA)

Muhammad Zainal Fikri, Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS.

2012 | Tesis | S2 Psikologi

Penilaian masyarakat mengenai definisi kesejahteraan pada individu yang sehat dan individu yang terinfeksi penyakit terminal mempengaruhi proses pemaknaan dari kesejahteraan subjektif. Asumsi yang berkembang saat ini menyatakan bahwa kesejahteraan subjektif hanya dapat dicapai oleh orangorang yang sehat, sedangkan orang-orang yang mengalami penyakit kronis, seperti HIV/AIDS, akan sulit mencapai kesejahteraan subjektif. Asumsi keliru seperti ini akan memperburuk kondisi orang yang mengalami HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif individu yang mengalami HIV/AIDS melalui pelatihan relaksasi, khususnya relaksasi pernapasan. Penelitian ini menggunakan desain kasus tunggal ABAB. Metode ini didasarkan pada pemikiran bahwa analisis mendalam terhadap subjek individual akan mengungkapkan pemahaman yang lebih menyeluruh. Metode ini terdiri dari empat fase, yaitu fase dasar satu, fase perlakuan satu, fase dasar dua, dan fase perlakuan dua. Pada setiap fase dasar (baseline), observasi perilaku partisipan dilakukan tanpa memberikan perlakuan. Dalam setiap fase perlakuan, partisipan melakukan relaksasi pernapasan dan diukur distres, kepuasan hidup, perasaan positif, dan perasaan negatif subjek S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan relaksasi belum mampu menurunkan distres ataupun kesejahteraan subjektif subjek S.

Public opinion regarding the meaning of subjective well-being (happiness) between healthy people and people with terminal illnesses influence the process of defining subjective well-being. Growing public assumption nowadays stated that subjective well-being can only be achieved by healthy people, while people with chronic diseases, such as HIV/AIDS (ODHA), will experience difficulties in attaining subjective well-being. Such careless assumption will only worsen the condition of people with HIV/AIDS (ODHA). This research aims to increase the subjective well-being of people with HIV/AIDS by the application of relaxation training, specifically breathing relaxation. This research used quasi experiment with small N, using ABAB design. This method was based on the perspective that deeper analysis to an individual subject will reveal a more thorough understanding. This method consists of four phase, namely the first baseline, first treatment, second baseline, and second treatment. During each baseline phase, the author observed participant behavior without giving treatment. During each treatment phase, participant was given breathing relaxation. The author observed and measured distress, life satisfaction, positive affect, and negative affect. Results showed that relaxation training—especially breathing relaxation—hasn’t able to increase positive affect and increase subjective well-being in subject “S”.

Kata Kunci : distress, kesejahteraan subjektif, relaksasi (kepuasan hidup, perasaan positif dan perasaan negatif)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.