BINGKAI PEMBERITAAN DI MEDIA MASSA Studi Komparatif Berita Penobatan H Gusti Khairul Saleh sebagai Raja Muda Banjar dalam Suratkabar Banjarmasin Post dan Media Kalimantan Periode 6 - 15 Desember 2010
GUSTI YASSER ARAFAT, Drs. Kuskridho Ambardi, M.A, Ph.D
2012 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Ilmu KomunikasiDi penghujung tahun 2010, pada Minggu 12 Desember di Martapura, Kalimantan Selatan telah terjadi peristiwa yang bersejarah terutama bagi rakyat Banjar. Kesultanan Banjar berdiri. Kesultanan Banjar telah dipulihkan kembali setelah tenggelam hampir 150 tahun silam. Kebangkitan kembali Kesultanan Banjar ini disimboliskan melalui penobatan HG Khairul Saleh sebagai Raja Muda Banjar. HG Khairul Saleh yang juga menjabat sebagai bupati kabupaten Banjar (Martapura) itu juga digadang-gadang akan mengincar “kerajaan†Kalimantan Selatan pada “penobatan†di pemilukada Kalsel 2015 yang akan datang. Topik ini menjadi bahan pemberitaan di media-media massa baik elektronik (termasuk internet) maupun cetak, lokal dan nasional hingga mancanegara yang ikut serta menyebarluaskan kabar peristiwa bersejarah ini. Hal ini menjadi menarik sebagai topik penelitian di bidang komunikasi. Di antara media-media pengabar itu, adalah media cetak lokal suratkabar Banjarmasin Post dan Media Kalimantan. Kedua media cetak lokal ini sama-sama memberitakan peristiwa penobatan HG Khairul Saleh sebagai Raja Muda Banjar, namun terdapat perbedaan dalam sudut pandang pemberitaannya, yang mungkin disebabkan oleb beberapa faktor yang dalam penelitian ini juga akan berusaha diungkapkan, selain tugas pokok penelitian ini yakni untuk mengetahui bingkai berita yang digunakan oleh kedua media cetak di atas dalam pemberitaan ini dan kemudian mengkomparasikannya. Penelitian ini ingin menunjukkan bagaimana suratkabar Banjarmaisn Post dan Media Kalimantan dalam membingkai peristiwa perayaan penobatan HG Khairul Saleh sebagai Raja Muda Banjar pada pemberitaanpemberitaannya. Pemberitaan-pemberitaan di kedua suratkabar itu terdapat pada periode terbit edisi antara tanggal 6 – 15 Desember 2010. Penelitian ini adalah penelitian yang sifatnya kualitatif yang berada pada lingkup paradigma konstruktivisme. Penelitian ini menerapkan teori bingkai dan juga sekaligus menggunakan metode analisis bingkai (framing) yang diperkenalkan oleh William A. Gamson dan Andre Modigliani. Teori bingkai ini mengatakan bahwa berita tentang suatu peristiwa itu sajikan dalam bingkai tertentu sebagai kemasan (package), yakni dengan menekankan pada aspek tertentu seraya menekan aspek lainnya agar berita termaknai sesuai kemasan yang diusung itu. Penyeleksian, penonjolan, peredaman, dan pertautan adalah beberapa strategi yang digunakan dalam pembingkaian. Analisis data dengan menggunakan analisis bingkai Gamson dan Modigliani mengatakan bahwa bingkai adalah ide sentral yang dibangkitkan oleh dua perangkat analisisnya, yakni perangkat pembingkai (framing devices) yang tugasnya mendeteksi teks berita; dan perangkat penalaran (reasoning devices) yang tugasnya menalar dari hasil deteksi perangkat pembingkai. Perangkat pembingkai terdiri dari elemen-elemen pendeteksi: pengkiasan, frase mencolok, pelabelan, acuan lain, dan tampilan visual. Perangkat penalaran terdiri atas elemen-elemen penalar: alasan/bukti pembenar, seruan prinsip/pemikiran, dan konsekuensi.
At the end of 2010, on Sunday, December 12th at Martapura, South Kalimantan has been a historic event, especially for the people of Banjar. Sultanate of Banjar stand. Banjar sultanate had been restored after sinking nearly 150 years ago. This revival of the Sultanate of Banjar symbolize through the coronation of HG Khairul Saleh as Viceroy of Banjar. HG Khairul Saleh, who also serves as a regent Banjar district (Martapura) is also expected to go after \"kingdom\" of South Kalimantan on the \"coronation\" in South Kalimantan 2015 elections to come. This topic is the subject of reports in the media-both electronic mass media (including internet) and print, local and foreign national to participate and disseminate the news of this historic event. It becomes interesting as a topic of research in the field of communications. Among the media evangelists, it is the local print media newspaper Banjarmasin Post and Media Kalimantan. Both the local print media are both preaching the coronation events HG Khairul Saleh as Viceroy of Banjar, but there are differences in perspective preaching, which may be due to several factors oleb in this study will also try to be disclosed, in addition to the main task of this research to find out news frames used by the print media in reporting on this and then comparing. This study shows how a newspaper like Banjarmasin Post and Media Kalimantan in framing the coronation celebration event HG Khairul Saleh as Viceroy of Banjar on preaching preaching. Preaching to the news in the newspaper there published in the period between the date of issue of 6 to 15 December 2010. This study was qualitative in nature that is in the scope of the paradigm of constructivism. This research applies the theory and also at the same time frame using frame analysis method (framing) which was introduced by William A. Gamson and Andre Modigliani. This frame theory says that the news about an event that served in a particular frame as the packaging (package), ie, with emphasis on certain aspects while pressing the other aspects of the packaging according to news meaned that carried it. Selection, projection, suppression, and engagement is a strategy used in framing. Data analysis using frame analysis Gamson and Modigliani said that the frame is the central idea generated by two sets of analysis, namely the framer (framing devices) whose job it is to detect text message, and the reasoning (reasoning devices) whose job it is to make sense of the detection device framer. Framer device consists of detector elements: pengkiasan, striking phrases, labeling, other references, and visual appearance. The device consists of logic elements of reasoning: reason / proof of justification, calls principles / ideas, and consequences.
Kata Kunci : -