Laporkan Masalah

KAJIAN STRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM AGROPOLITAN DI KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN KAPUAS

Eddy Koestanto, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,Ph.D

2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Salah satu alternatif pendekatan pengembangan wilayah adalah melalui model agropolitan. Akan tetapi, implementasi agropolitan di beberapa daerah, tidak sedikit yang mengalami kegagalan. Salah satu strategi implementasi agropolitan adalah melalui perubahan komoditas sebagaimana diterapkan di Kabupaten Kapuas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis strategi perubahan komoditas dalam proses implementasi program agropolitan, (2) mengkaji efektifitas strategi tersebut, dan (3) menganalisis hubungan keterkaitan antara variabel-variabel yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deduktif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Lokasi penelitian ada di tiga desa di Kecamatan Basarang dengan jumlah responden 114 kk yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadinya kemandirian masyarakat tani dalam menentukan pengembangan jenis usaha komoditas yang berorientasi pasar; (2) leadership kepala daerah dalam peran sertanya menata personel ditingkat pengambil keputusan guna meningkatkan kinerja pokja agropolitan; (3) peran serta sikap leadership ketua kelompok tani sebagai early adopter dalam transformasi iptek ke masyarakat tani; (4) strategi perubahan komoditas dalam kajian penelitian ini berjalan efektif; (5) adanya keterkaitan signifikan tingkat pengetahuan/wawasan aparatur, sikap leadership ketua kelompok tani, kesiapan potensi masyarakat serta komunikasi dan koordinasi terhadap efektifitas kajian strategi perubahan komoditas unggulan dalam kajian penelitian ini.

One of alternatives in regional development is agropolitan model. However, implementation the program were failed in some area. One strategy in this model is commodities change. This research aims to: (1) analyze the strategy change of commodities in the process of implementation of the program agropolitan, (2) reviewing the effectiveness of the strategy change of commodities in the process of implementation of the program agropolitan based on output and outcomesnya and (3) analyze the relationship of the link between the variables that influenced him. The research method used was deductive method with a descriptive qualitative and quantitative approach. The location of research are in three villages in the Subdistrict of Basarang by the number of respondents 114 kk being determined in purposive sampling. The research showed that (1) the occurrence of farm communities in determining the independence of the development of commodity market-oriented business (competitive advantage/competitive advantage); (2) leadership in the role of head of the sertanya sets the ditingkat personnel decision makers to enhance the performance of pokja agropolitan; (3) the role and the attitude of the leadership group chairman farmer as early adopter in the transformation of science and technology to the community farm; (4) strategy changes of commodities in this research study run effectively; (5) the existence of a significant level of interconnectedness of knowledge/attitude of the leadership insights into apparatus, the Chairman of the farmers groups, community and communication readiness potential and coordination of the effectiveness study commodities change strategies in studies of this pre-eminent research.

Kata Kunci : Agropolitan, Implementasi, perubahan komoditas dan efektivitas program.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.