Laporkan Masalah

DAYA GUNA LIVE PROBIOTIC DIBANDINGKAN HEAT-KILLED PROBIOTIC UNTUK TERAPI DIARE AKUT PADA BALITA

Atik Indriyani, dr, Prof. dr. Mohammad Juffrie, PhD, SpAK

2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Diare masih merupakan salah satu penyebab terbanyak angka kesakitan dan kematian pada anak-anak di negara-negara yang sedang berkembang. Probiotik sekarang ini diketahui dapat memberikan pengaruh yang bermanfaat dalam mengurangi frekuensi diare dan memperpendek lama diare. Terdapat dua macam probiotik yaitu live probiotic dan heat-killed probiotic. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan daya guna dari live probiotic dan heat-killed probiotic pada anak usia 6-60 bulan dengan diare akut. Uji randomized controlled trial single blind dilakukan pada anak usia 6-60 bulan dengan diagnosis diare akut yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok yang mendapat live probiotic dan kelompok yang mendapat heat-killed probiotic. Semua anak diberikan terapi standar untuk diare dan probiotik sebagai terapi tambahan. Dilakukan pengamatan dalam lama diare, frekuensi diare dan peningkatan berat badan. Digunakan t-test dalam penelitian ini. Terdapat 165 anak balita (64,2 % laki-laki dan 35,8 % perempuan) dengan diare akut yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang dimasukkan dalam penelitian ini, dibagi dalam dua kelompok; 83 anak diberikan live probiotic dan 82 anak dengan heat-killed probiotic. Karakteristik dasar sampel pada kedua kelompok tidak berbeda bermakna (p>0,05). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna dalam lama diare (3,64 ± 0,85 hari vs 3,74 ± 0,73 hari, p>0,05), demikian juga dalam penurunan frekuensi diare (p>0,05) dan peningkatan berat badan (241,57 ± 75,84 gr vs 221,95 ± 85,38 gr, p>0,05). Tidak ada efek samping yang terjadi selama penelitian. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara live probiotic dan heat-killed probiotic untuk mengurangi lama diare, frekuensi diare dan peningkatan berat badan pada balita usia 6-60 bulan dengan diare akut.

Diarrhea remain one of the most causes of morbidity and mortality in children in developing countries. Probiotic is now well known give beneficial effect to decrease frequency of diarrhea and shorten diarrhea duration. There are two kinds of probiotic, namely live probiotic and heat-killed probiotic. The aim of this study was to compare effectivity of live and heat-killed probiotic in children aged 6-60 months with acute diarrhea in decreasing duration, frequency of diarrhea and weight gain. This was a randomized controlled trial single blind study to children aged 6-60 months with diagnosis acute diarrhea enrolled and divided in two groups. One group received live probiotic and other hand heat-killed probiotic. The diarrheal duration, frequencies of diarrhea and weight gain were noted. All children received standard treatment of diarrhea and had probiotic as adjuvant treatment. T-test was used in this study. There were 165 children (64,2 % boys and 358 % girsl) with acute diarrhea who meet the inclusion and exclusion criteria were enrolled in this study, divided in two groups; 83 children with live probiotic and 82 children with heatkilled probiotic. Sample characteristic in this group was undifferent significantly (p>0,05). There was no significant difference in diarrheal duration (3,64 ± 0,85 days vs 3,74 ± 0,73 days, p>0,05), likewise the decrease of diarrhea frequencies (p>0,05), and weight gain (241,57 ± 75,84 gr vs 221,95 ± 85,38 gr, p>0,05). There is no significant difference between live probiotic and heat-killed probiotic in order to decrease the duration and frequency of diarrhea on children aged 6-60 months with acute diarrhea.

Kata Kunci : live probiotic, heat-killed probiotic, diare akut


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.