Laporkan Masalah

PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH UNTUK KAJIAN KARATERISTIK KEPADATAN BANGUNAN DI DESA CONDONG CATUR, KECAMATAN DEPOK, KABUPATEN SLEMAN

Freddy Sanjaya, Prof. Dr. Totok Gunawan, M. S.

2012 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Tujuan penelitian adalah (1) memetakan kepadatan bangunan dengan menggunakan sumber data citra Quickbird dan (2) mengkaji karateristik kepadatan bangunan dengan parameter jalan dan fasilitas umum Metode penelitian yang digunakan adalah interpretasi visual kepadatan bangunan dari citra Quickbird dan pengolahan data spasial memanfaatkan sistem informasi geografis. Tingkat ketelitian pemetaan dihitung dengan menggunakan formula uji ketelitian pemetaan. Karateristik kepadatan bangunan diperoleh dengan melakukan analisis spasial peta kepadatan bangunan dengan parameter jalan dan agihan fasilitas pendidikan Hasil penelitian menunjukkan citra Quickbird mampu menyadap kepadatan bangunan dengan ketelitian pemetaan sebesar 91,43 persen. Dari hasil pemetaan dapat diperoleh tiga kelas kepadatan, yaitu rendah (28,06%), sedang (41,38%) dan tinggi (30,57%). Apabila dilihat berdasarkan tingkat aksesibilitasnya keberadaan prasarana transportasi (jalan) berpengaruh terhadap luas kepadatan permukiman dan bangunan. Hal ini berdasar dari jarak permukiman ke jalan utama maka permukiman yang terletak antara 0–1000 m mempunyai rerata kepadatan paling tinggi, kepadatan permukiman menurun di daerah yang jaraknya lebih dari 1000 m dari jalan utama. Untuk keberadaan prasarana pendidikan tidak berpengaruh terhadap variasi kepadatan bangunan, karena semakin jauh dari pusat kegiatan pendidikan maka semakin luas kepadatan permukimannya.

The research is carried out in the Village of Condong Catur, Depok Subdistrict, Sleman Regency. The aims of the research are (1) to map the building density in the study and using Quickbird imageries and (2) to study the charasteristics of building density based on the charateristics of roads’ and public utilities parameters The method used in the research are visual interpretation of Quickbird imagery to extract building density and spatial analysis based on geographical information system. Mapping accuracy rate is calculated using the formula mapping accuracy test. Characteristics of building density is obtained by analysing building density map and road map parameter and distribution of educational facilities. The results show that Quickbird imagery is able to extract density of the building with the mapping accuracy of 91.43 percent. From the mapping results can be obtained three density classes, namely low (28.06%), moderate (41.38%) and high (30.57%). When viewed on the level of accessibility, the availability of transport infrastructures (roads) affect the density of settlements and the building area. Based on the distance of settlements to the main road it is encountered that settlements located 0-1000 m have the highest average density, settlement density declines in areas located more than 1000 m from the main road. As for the existence of infrastructure, education has no effect on the density variation of the building, because the farther the distance from the center of educational activity, the more extensive the density of settlement.

Kata Kunci : kepadatan bangunan, citra Quickbird, fasilitas umum.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.