ANALISIS KEBIJAKAN PENGEDARAN UANG KARTAL JULI 2007 - JUNI 2011 DI REPUBLIK DEMOKRASI TIMOR-LESTE
Nur Aini Djafar Alkatiri, Dr. H. Soeratno, M.Ec
2012 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanRepublik Demokrasi Timor-Leste merupakan negara dimana pembayaran tunai masih merupakan instrumen utama dalam melakukan transaksi. Hal ini menyebabkan uang kartal memainkan peran yang sangat penting dalam memperlancar dan menyukseskan kegiatan transaksi dan penukaran sehari-hari yang dilakukan oleh masyarakat. Oleh karena itu, Otoritas Perbankan dan Pembayaran Timor-Leste mempunyai kewajiban untuk menjamin agar uang kertas Dollar dan uang logam Centavos dapat tersedia setiap saat untuk memenuhi permintaan masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebijakan pengedaran uang kartal dari periode Juli 2007 sampai June 2011 yang dilakukan Otoritas Perbankan dan Pembayaran Timor-Leste dan melalui teknik kualitatif melalui tanya jawab secara langsung berdasarkan daftar pertayaan terhadap pihak-pihak yang merupakan objek utama dari kebijakan ini yaitu pemilik toko/supermarket dan berbagai kalangan masyarakat umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses cash management yang selama ini dilaksanakan oleh Otoritas Perbankan dan Pembayaran Timor-Leste belum tepat karena masyarakat masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan uang logam terutama untuk pecahan 5 Centavos dan 10 Centavos. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan akan uang logam pecahan tersebut melebihi persediaan yang ada sehingga Otoritas Perbankan dan Pembayaran Timor-Leste tidak dapat memenuhi permintaan tersebut yang pada akhirnya menimbulkan kesulitan untuk mendapatkan jenis pecahan tersebut. Sistem distribusi uang kartal yang dilakukan oleh Otoritas Perbankan dan Pembayaran Timor-Leste masih sangat terbatas karena hanya meliputi 2 distrik saja. Hal ini mengakibatkan masyarakat di distrik lainnya mengalami kesulitan untuk mendapatkan pecahan tertentu dan untuk menukarkan uang lusuh yang dimiliki. Untuk menjamin agar uang kartal dapat tersedia di seluruh wilayah Republik Demokrasi Timor-Leste, hal penting lainnya yang perlu diperhatikan oleh Otoritas Perbankan dan Pembayaran Timor-Leste selain menjamin persediaan uang kartal adalah meningkatkan pelayanan distribusi uang kartal diseluruh wilayah. Kebijakan uang layak edar (clean money policy) yang selama ini dilakukan oleh Otoritas Perbankan dan Pembayaran Timor-Leste belum tepat sasaran karena masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa uang lusuh/uang tidak layak edar tersebut dapat ditukarkan di Otoritas Perbankan dan Pembayaran Timor-Leste sehingga menyebabkan banyak uang lusuh/Uang Tidak Layak Edar beredar di sekitar masyarakat. Program sosialisasi yang selama ini dilakukan oleh Otoritas Perbankan dan Pembayaran Timor-Leste belum diketahui oleh mayoritas masyarakat. Hal ini dapat diketahui melalui mayoritas masyarakat yang belum mengetahui bahwa selama ini Otoritas Perbankan dan Pembayaran Timor-Leste telah memberikan pelayanan penukaran uang (dari kertas ke logam dan sebaliknya) dan uang tidak layak edar.
Republic Democratic of Timor-Leste is a country where cash is still the main instrument in the daily transaction. This causes the currency plays a very important role in streamlining and succeeding activities and exchange transactions conducted daily by the community. Therefore, the Banking and Payments Authority of Timor- Leste have an obligation to ensure that the banknotes and coins be available at all times to meet public demand in a fairly nominal amount, type the appropriate fractions, timely, and in decent condition circulation. This study was conducted to analyze the circulation of the currency policy of the period until June 2011 July 2007 that has been done by the Banking and Payments Authority of Timor-Leste and through qualitative techniques in which the techniques of direct questioning by questionnaire list to the primary object of this policy such as the owner store /supermarket and public. The results of this study indicate that the cash management process that has been undertaken by the Banking and Payments Authority of Timor-Leste is not right because people still have trouble finding coin denominations, especially for five centavos and 10 centavos. This suggests that the demand for money exceeds the supply of metal fragments that exist so that the Banking and Payments Authority of Timor-Leste cannot meet these requests, which in turn makes it difficult to obtain these types of denomination. Currency distribution and delivery system that undertaken by the Banking and Payments Authority of Timor-Leste is still very limited because it only covers two districts only. This resulted in people in other districts have trouble finding a particular denomination and to exchange the unfit money. To ensure that the currency could be available in the entire territory of the Democratic Republic of Timor-Leste, the other important things that need to be considered by the Banking and Payments Authority of Timor-Leste in addition to ensuring supply of currency is to increase the service distribution of currency throughout the region. Clean money policy that had been undertaken by the Banking and Payments Authority of Timor-Leste has not been right on target because there are still many people who do not know that unit currency can be exchanged in the Banking and Payments Authority of Timor-Leste's causing a lot of unfit currency circulate around the community. And the last is the program of socialization and public education that has been done by the Banking and Payments Authority of Timor-Leste is not yet known by the majority community. It can be known through the majority of people who do not know that until now the Banking and Payments Authority of Timor-Leste has been providing currency exchange services (from paper to metal and vice versa) and unfit currency.
Kata Kunci : kebijakan pengedaran uang kartal, cash management, distribusi, Kebijakan uang layak edar , program sosialisasi.