Laporkan Masalah

PERKEMBANGAN FISIK KOTA DUMAI SETELAH PEMEKARAN

WILSUBANDI, Ir. Gunung Radjiman, M.Sc

2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Kota Dumai pada mulanya hanya merupakan sebuah dusun kecil di pesisir timur Propinsi Riau, dengan status sebagai Kota Administratif yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Bengkalis. Pada tahun 1999 Kota Dumai menjadi kota otonom sehingga memacu perkembangan fisik kota. Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi Kota Dumai sebelum dan sesudah pemekaran dari Kabupaten Bengkalis serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya. Penelitian ini bersifat deduktif dengan menggunakan metode kualitatif dan metode analisis spasial. Pelaksanaan penelitian dilakukan melalui suatu rangkaian kajian secara logis (rasional) terhadap parameter, variable dan indikator yang diturunkan dari landasan teori. Penelitian ini menemukan bahwa pola perkembangan fisik kota sebelum pemekaran adalah pola konsentris. Setelah pemekaran, pada tahun 1999-2004, pola perkembangan yang terbentuk adalah pola perkembangan memanjang (linear). Pada tahun 2004-2009, pola perkembangan yang terbentuk adalah pola perkembangan meloncat (leap frog development). Faktor yang paling dominan mempengaruhi perkembangan fisik kota adalah faktor perekonomian kota. Penelitian ini merekomendasikan bahwa perlu diteliti lebih mendalam tentang potensi dan kendala pengembangan Kota Dumai serta konsistensi dalam penerapan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota yang telah dibuat supaya perkembangan Kota Dumai seimbang dan merata ke segala arah.

In her early stage, Dumai city was only a small village on the east coast of Riau Province. In 1999 Dumai City become an autonom cities, and such status triggered city development. This study aimed to describe the groeth pattern of the City Dumai before and after the new status development. This is a deductive type of research, using qualitative with spatial analysis. The research was conducted through a series of studies logical (rational) the parameters against, variables and indicators derived from the theoretical basis. The study found that the physical pattern of the city before the expansion from Bengkalis was a concentric pattern. After the expansion in the year 1999- 2004, the pattern become linear patterns. In the year 2004-2009, the pattern change into leap frog pattern. The most dominant factor affecting the physical development of the city is economic factor. The study recommends the important of a more depth studies about the potentials and constraints of Dumai city for future development as well as consistent the application of spatial city planning so that the development of Dumai city would be more balanced and equally in all directions.

Kata Kunci : Perkembangan fisik, kota, Dumai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.