Laporkan Masalah

PEMANFAATAN CABANG dan PUCUK CABANG Dalbergia latifolia, Manilkara kauki dan Tectona grandis SEBAGAI PEWARNA ALAMI BATIK

TITIS BUDI WIDOWATI, Dr.Ir.J.P. Gentur Sutapa,M.Sc

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Pewarna alami saat ini mulai berkembang karena adanya pelarangan penggunaan pewarna sintesis yang mengandung azo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Dalbergia latifolia, Manilkara kauki dan Tectona grandis khususnya pada bagian cabang dan pucuk cabang. Kedua bagian tanaman ini kemudian di ekstrak dengan perebusan selama 1 jam setelah mendidih, kemudian kain yang telah di mordan dicelup kedalam larutan pewarna sebanyak 4 kali dan kemudian difiksasi dengan bahan fiksasi dengan konsentrasi yang berbeda. Hasil kain kemudian diuji kualitas pewarna yang meliputi uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat asam dan cahaya matahari. Hasil penelitian sebagai berikut bagian cabang dan pucuk cabang seluruh spesies mengandung tanin. Larutan pewarna dari Dalbergia latifolia menghasilkan rata-rata pH pada bagian cabang 7,052 dan bagian pucuk cabang 5,75. Bagian cabang pada semua uji ketahanan luntur warna menghasilkan nilai tinggi (4-5) dan pada bagian pucuk cabang sedang sampai tinggi (3-5). Warna yang dihasilkan dari bagian cabang dengan fiksasi tunjung pink,fiksasi tawas dan tunjung pale yellow, dan bagian pucuk cabang fiksasi tunjung menghasilkan warna brown, fiksasi tawas dan kapur menghasilkan warna pink. Larutan pewarna dari Manilkara kauki menghasilkan rata-rata nilai pH pada bagian cabang 6,856 dan bagian pucuk cabang 6,036. Bagian cabang pada semua pengujian ketahanan luntur warna menghasilkan nilai sedang - tinggi (3,3-4,4 dan 5) dan bagian pucuk cabang sedang sampai tinggi (3,3-4,4 dan 5). Warna yang dihasilkan bagian cabang dengan fiksasi tunjung pink, fiksasi tawas dan tunjung pale yellow, dan bagian pucuk cabang fiksasi tunjung menghasilkan warna Dark grayish brown, fiksasi tawas dan kapur menghasilkan warna Light Brown. Larutan pewarna Tectona grandis menghasilkan nilai rata-rata pH bagian cabang 5,856 dan bagian pucuk cabang 5,908. Bagian cabang pada semua pengujian ketahanan luntur warna menghasilkan nilai tinggi (4,4-5 dan 5) dan bagian pucuk cabang sedang sampai tinggi (3,3-4,4 dan 5). Warna yang dihasilkan bagian cabang dengan fiksasi tunjung pink, fiksasi tawas dan tunjung pale yellow, dan bagian pucuk cabang pada fiksasi tunjung menghasilkan warna Very Pale Brown, fiksasi tawas dan kapur menghasilkan warna Light gray. Jadi semua bagian cabang dan pucuk cabang ketiga spesies berpotensi digunakan sebagai pewarna alami.

Natural dyes are now starting to grow because of the prohibition of the use of synthetic dyes containing azo. This study aims to determine the potential of Dalbergia latifolia, Manilkara kauki and Tectona grandis especially at the branch and twigs. These two parts of the plant are then extracted by boiling for one hour after boiled, after that the mordaned cloth has been dipped in dye solution four times and then were given materials with different concentrations of fixation.The results are then quality fabric dyes tested that include tests of colour fastness to acid perspiration, colour fatness to light and colour fatness to washing. The results showed that all parts of branch and twig of species contains tannin. Dye solution of Dalbergia latifolia yielded an average pH at the branch and the twig 7.052 and 5.75 respectively. The branch parts among all test of colour fastness to acid perspiration, colour fatness to light and colour fatness to washing yielded high score (4-5), however on the twig produced mid up to high score (3-5). The result of colour at the branch for fixation ferrosulfat is pink, fixation potash alum and calsium oxyde are pale yellow and at the twig ferrosulfat is brown, fixation potash alum and calsium oxyde are pink. Dye solution of Manilkara kauki yielded an average pH at the branch and the twig 6.856 and 6,036 respectively. The branch parts and twig among all test of colour fastness to acid perspiration, colour fatness to light and colour fatness to washing yielded mid up to high score (3,3-4, 4 and 5). The result of colour at the branch for fixation ferrosulfat is pink, fixation potash alum and calsium oxyde are pale yellow and at the twig ferrosulfat is dark grayish brown, fixation potash alum and calsium oxyde are light brown. Dye solution of Tectona grandis yielded an average pH at the branch and the twig 5.856 and 5,908 respectively. The branch parts among all test of colour fastness to acid perspiration, colour fatness to light and colour fatness to washing yielded high score (4,4-5 and 5), however on the twig produced mid up to high score 3,3-4,4 and 5). The result of colour at the branch for fixation ferrosulfat is pink, fixation potash alum and calsium oxyde are pale yellow and at the twig ferrosulfat is very pale brown, fixation potash alum and calsium oxyde are Light gray.

Kata Kunci : pewarna alami, batik, Manilkara kauki, Dalbergia latifolia, Tectona grandis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.