KORELASI ANTARA LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN NILAI AMBANG PENDENGARAN
Heri Puryanto, dr.Kartono Sudarman, Sp.THT-KL(K),
2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSDiabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Salah satu komplikasi kronis DM pada saraf adalah Neuropati Diabetika, yang dapat juga mengakibatkan terjadinya gangguan kepekaan atau ambang pendengaran. Desain potong lintang yang dirancang dilakukan pada pasien yang menderita DM untuk menentukan korelasi antara lama menderita DM dengan nilai ambang pendengaran di RS Dr.Sardjito Yogyakarta. Pemeriksaan dilakukan pada subjek penelitian, untuk menilai ambang hantaran tulang pada frekuensi 2000Hz, 4000Hz, dan 6000Hz dengan menggunakan Audiometer. Lamanya DM ditentukan oleh penulis secara bekelanjutan dari 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun dan seterusnya, tetapi peneliti tidak menganalisa kadar HbA1c karena data lengkap.. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini. Hasil penelitian pada semua frekuensi yang diamati didapatkan nilai p >0,05, tetapi untuk penderita yang menderita DM lebih dari 9 tahun didapatkan nilai p <0,05 pada frekuensi 4000Hz kiri, 6000Hz kanan dan kiri. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif lemah antara lama menderita DM dengan nilai ambang pendengaran, tetapi untuk penderita yang lebih dari 9 tahun terdapat korelasi positif kuat pada frekuensi tinggi.
Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases which have a characteristic of hyperglycemia that occurs because of abnormalities in insulin secretion, insulin action, or both. One of the complications of chronic diabetes on the nerve is diabetic neuropathy, which may result in impaired sensitivity or changes in threshold of hearing. A cross-sectional designed study was conducted to the patients suffering from DM to determine the correlation between length of suffering DM and hearing threshold in Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. Examination were conducted on the research subjects, to assess bone conduction hearing threshold at a frequency of 2000Hz, 4000Hz, and 6000Hz using audiometer. The length of chronic DM were specified by the author to be 1 year, 2 years, and 3 years continuously, but we did not analize the levels of HbA1c due to the lack of complete data. Spearman correlation test was applied to analyse the data. The results observed at all frequencies obtained values of p >0.05, but for patients who suffer from diabetes more than 9 years obtained values of p<0.05 at a frequency of 4000Hz left, 6000Hz right and left Based on these results, it can be concluded that there is a weak positive correlation between length of suffering from diabetes mellitus with hearing thresholds, but for people with more than 9 years there is a strong positive correlation at high frequency.
Kata Kunci : Diabetes Melitus, ambang pendengaran, lama menderita DM