PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA BAGIAN BOILER DI PABRIK SPIRITUS
Mahdinursyah, SKM, Dr. dr. Lientje Setyawati Maurits, MS. Sp. Ok.,
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaLatar Belakang : Niat untuk melakukan suatu perilaku sangat menentukan apakah tindakan tersebut akan dilakukan atau tidak akan dilakukan oleh seseorang karena manusia akan menggunakan asumsi dasar secara sadar dengan mempertimbangkan segala informasi yang tersedia dilingkungannya. Oleh karena itu ada 3 faktor penentu niat tersebut berdasarkan theory of planned behavior. Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja merupakan dampak yang paling sering muncul didalam sebuah industri yang menggunakan boiler sebagai sumber energi utama pada saat ini. Tujuan Penelitian : Tujuannya adalah untuk menganalisa niat pekerja bagian boiler untuk menggunakan APD sehingga dapat mencegah terjadinya bahaya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan pendekatan rancangan fenomenologi dan derajat kepercayaan (trustworthiness) dan untuk keabsahan datanya menggunakan cara triangulasi data antara wawancara mendalam, medical record pekerja dan observasi dilapangan. Hasil Penelitian : Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa penggunaan APD yang tidak konsisten dan kontinyu oleh para pekerja diseluruh dunia dan Indonesia salah satunya serta di Yogyakarta pada khususnya, kurangnya pelatihan kedaruratan dan penanganan bahaya pada boiler, motivasi menggunakan APD yang masih kurang juga, dan antisipasi untuk mengurangi bahaya yang akan terjadi juga masih minim serta pelaksanaan pemeriksaan berkala dan khusus yang tidak dilakukan sebagaimana mestinya, selain itu kurangnya warning board didalam ruang kerja juga terjadi. Kesimpulan : Ditemukan bahwa sikap terhadap tingkah laku pekerja masih kurang baik khususnya pada tingkat pengetahuan subjek, sedangkan norma subjektif baik teman sekerja dan lingkungannya juga tidak begitu berperan banyak untuk menggunakan APD secara maksimal, serta persepsi kemampuan mengontrol subjek akan membaik setelah subjek menderita suatu penyakit atau kecelakaan kerja telah terjadi.
Background :Intention to performing any behavior very determine whether the action will be performed or not by anyone because human will use basic assumption consciously by considering all available information in their environment. Therefore, there are 3 determinants of intention based on theory of planned behavior. Occupational accident and occupational related illness is the most frequent emerging impact in any industry that use boiler as their main energy source in the current time. Study Purpose : The objective was to analyze the intention of the workers at boiler unit to using PPE hence able to prevent the danger of occupational accident and occupational related illness. Study Method : This was qualitative study used phenomenology design approach and trustworthiness and for the data reliability (validity) used data triangulation method between indepth interview, worker’s medical record and field observation. Study Result : From the study that was performed was obtained that inconsistent and non continue PPE usage by the workers through the world and among others was in Indonesia and especially in Yogyakarta, the lack of emergency training and danger management at boiler unit, and also the lack of motivation to use PPE, and also the lack of anticipation to reduce the danger that probable to occurs and periodic examination and special examination that was not performed appropriately, other of that was the lack of warning board in the workroom was also occurs. Conclusion : Thus it can be concluded that the attitude to the worker’s behavior was still deficient especially at the level of subject’s knowledge, whereas the subjective norm both of coworkers and their environment was also take not much role to used PPE and perception of the subject’s control ability would improved after the subject suffered any illness or occupational accident had occurs.
Kata Kunci : tingkah laku, kontrol, keselamatan kerja, spiritus