ANALISIS KESELAMATAN LALU LINTAS DITINJAU DARI PEMAHAMAN, PERILAKU, KONFLIK LALU LINTAS, DAN PEDESTRIAN RISK INDEX (PRI) (STUDI KASUS PADA SISWA PENYEBERANG JALAN DI SMPN 4 SUKOHARJO)
NAOMI SRIE KUSUMASTUTIE, Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D.
2012 | Tesis | S2 Mag. S. & T.TransportasiKecelakaan yang melibatkan pejalan kaki lebih banyak dipengaruhi oleh faktor perilaku pejalan kaki daripada faktor lain. Walaupun hubungan antara kecelakaan dengan konflik lalu lintas masih diperdebatkan, namun konflik lalu lintas sudah terbukti efektif dalam menganalisis tingkat keselamatan secara preventif. Pengembangan terbaru dari metode ini dilakukan oleh Cafiso dkk (2011), yaitu dengan mengaitkannya dengan tingkat risiko yang dinyatakan dengan Pedestrian Risk Index (PRI). Penelitian ini berusaha menganalisis keselamatan penyeberang jalan berdasarkan pemahaman, perilaku, konflik lalu lintas, dan Pedestrian Risk Index (PRI). Studi kasus dilakukan terhadap siswa penyeberang jalan di SMPN 4 Sukoharjo. Data dalam penelitian ini adalah data konflik lalu lintas dan data respon subjek penelitian terhadap instrumen penelitian. Instrumen penelitian berupa skala pemahaman mengenai perilaku pejalan kaki, kuesioner perilaku pejalan kaki, dan alat ukur kepribadian Big Five Inventory (BFI). Pada tahap awal dilakukan proses perekaman untuk mendapatkan data konflik lalu lintas. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mendapatkan nilai Pedestrian Risk Index (PRI). Setelah siswa penyeberang yang terekam diidentifikasi, kemudian diberikan instrumen penelitian tersebut di atas. Dari hasil analisis data diketahui bahwa subjek penelitian cenderung memahami risiko perilaku menyeberang yang tidak aman dan menyeberang dengan cara yang aman. Perilaku menyeberang dari dekat kendaraan yang parkir/berhenti dan perilaku yang berkaitan dengan upaya penghindaran cenderung dipahami secara tidak tepat dan dilakukan dengan frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan perilaku yang lain. Pemahaman tidak berpengaruh terhadap perilaku menyeberang. Faktor kepribadian neuroticism berpengaruh terhadap perilaku menyeberang dengan R Square sebesar 0,195. Perilaku menyeberang tidak berpengaruh terhadap keterlibatan pada konflik lalu lintas maupun pada nilai Pedestrian Risk Index (PRI). Faktor waktu dan jenis penyeberangan meningkatkan peluang keterlibatan dalam konflik lalu lintas. Kecepatan kendaraan dan nilai PRI memiliki korelasi positif dengan nilai r sebesar 0,772. Berdasarkan jumlah konflik dan nilai PRI, penyeberangan pada siang hari yang dilakukan secara berkelompok memiliki tingkat keselamatan paling tinggi.
Pedestrian behavior influences accident involving pedestrian more than any other factors. Although the relationship between accident and traffic conflict is still debated, but traffic conflict has already proven effective in preventively analyzing the level of safety. Recent development of traffic conflict method is done by Cafiso et al (2011) by linking traffic conflict with pedestrian risk level stated by Pedestrian Risk Index (PRI). Therefore, this study sought to analyze pedestrian safety based on understanding, behavior, traffic conflict, and the pedestrian risk level stated by Pedestrian Risk Index (PRI). Case study was conducted on student pedestrians in SMPN 4 Sukoharjo. This study used two kinds of primary data, ie traffic conflict data and subjectsLJ responses to research instruments. The research instruments consisted of understanding of pedestrian behavior scale, pedestrian behavior questionnaire and Big Five Personality Inventory (BFI). In the early stages, the recording of pedestrian was made to get the traffic conflict data.Then the data was analyzed to obtain the value of Pedestrian Risk Index (PRI). After that performed the identification of the pedestrians that had been recorded, and they were given the research instruments such as those mentioned above. From the data analysis known that the subjects tend to understand the risk of unsafe crossing behavior and cross in a safe manner. Crossing near parked or stopped vehicles and behavior related to avoidance efforts are not likely to be understood properly and be done with a higher frequency than other behaviors. The understanding of crossing behavior does not affect the crossing behavior. Neuroticism personality factor influences the crossing behavior with R square of 0,195. Crossing behavior has no effect on involvement in traffic conflict and in the PR). The time and the type of crossing increase the chance of traffic conflict involvement. The PRI has a positive correlation with vehicle speed (r value of 0,772). Based on the number of traffic conflict and the PRI, crossings during the day carried out in groups have the highest level of safety.
Kata Kunci : pejalan kaki, pemahaman, perilaku, konflik lalu lintas, Pedestrian Risk Index (PRI)