SINTESIS HIDROGEL KARBOKSIMETILSELULOSA-g-KOPOLI(ASAM AKRILAT)-N,N’-METHYLENE BISACRYLAMIDE BERBAHAN DASAR AMPAS TEBU SERTA APLIKASINYA PADA MEDIA TANAM CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L.)
DIONYSIUS UTUT STARTLY, Prof. Dr. Sri Juari Santosa, M.Eng,
2012 | Tesis | S2 Ilmu KimiaTelah dilakukan sintesis hidrogel karboksimetilselulosa-g-kopoli(asam akrilat)-N,N’-methylene bisacrylamide dari selulosa ampas tebu dan uji penggunaan hidrogel tersebut sebagai bahan yang berfungsi meningkatkan retensi air dan pupuk dalam media penanaman cabai merah keriting. Selulosa ampas tebu diperoleh dari proses soda menggunakan larutan NaOH 5 % (b/v) dan dilanjutkan dengan proses pemutihan (bleaching) menggunakan larutan NaClO 5 % (b/v). Selulosa ampas tebu tersebut kemudian direaksikan dengan natrium monokloroasetat dalam media etanol yang telah dibasakan dengan larutan NaOH 20 % (b/v). Karboksimetilselulosa (CMC) yang dihasilkan pada kondisi optimum memiliki kekentalan 51,12 centistokes dan kemampuan menyerap air maksimum 80,36 g air per g padatan CMC. Hidrogel dibuat dengan cara mereaksikan larutan CMC dengan asam akrilat. Reaksi ini menggunakan N,N’-methylene bisacrylamide (MBA) sebagai crosslinking agent dan amonium persulfat (APS) sebagai inisiator. Hidrogel yang memiliki kemampuan menyerap air paling baik didapat pada penambahan MBA sebanyak 0,056 g. Hidrogel hasil sintesis digunakan dalam media tanam cabai merah keriting. Hidrogel ditanam di kedalaman 10 cm. Tanaman kontrol (A) tidak diberi hidrogel, sedangkan tanaman cabai yang diberi hidrogel dalam penelitian ini mendapatkan perlakuan variasi penyiraman dan variasi pemberian pupuk susulan. Variasi penyiraman dan pemberian pupuk susulan mulai 100 sampai 25 % dari penyiraman dan pemupukan yang diberikan pada tanaman kontrol. Dari data yang diperoleh, tanaman yang mendapat penyiraman 50 % (tanaman D) dari kontrol dan tanaman yang mendapat pupuk susulan 25 % (tanaman H) dari control memiliki rasio berat kering buah/berat kering tanaman yang tidak jauh berbeda dengan tanaman kontrol.
Synthesis of carboxymethylcellulose-g-copoly(acrylic acid)-N,N’- methylene bisacrylamide hydrogel from bagasse cellulose has been done and the use of the hydrogel as a material for enhancing the retention of water and fertilizer in the planting medium of chili pepper has been tested. Bagasse cellulose was obtained from soda process using 5 % (w/v) NaOH solution and then followed by process of bleaching using solution of 5 % (w/v) NaClO. Bagasse cellulose was reacted with natrium monochloroacetate in ethanol media that had been alkalined with 20 % (w/v) NaOH solution. Carboxymethylcellulose (CMC) produced in optimum condition had a viscosity of 51.12 centistokes and the ability to absorb water as much as 80.36 g per g of CMC. Hydrogel was prepared by reacting a solution of CMC with acrylic acid and using MBA as a crosslinking agent and the APS as an initiator. Hydrogel that has the best ability to absorb water was obtained by the addition of MBA as much as 0.056 g. Synthesized hydrogel is used in the planting medium of chili pepper. Hydrogel was planted at a depth of 10 cm. Control plant (A) was planted in a planting medium containing no hydrogel. Chilli plants which were planted in planting medium containing hydrogel subsequently received additional treatment through various watering and fertilizer addition. Variations on the subsequent watering and fertilizer addition began from 100 to 25 % of the watering and fertilizer addition given to the control plant. It was obtained that plants receiving 50 % watering from the control and plants that received 25 % subsequent fertilizer addition (plant H) from the controls had insignificant difference dry weight ratio of fruit and the whole plant.
Kata Kunci : CMC-g-kopoli(asam akrilat)-N,N’-methylene bisacrylamide, hidrogel, APS, MBA