PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM OLEH INSTITUSI ADAT KAMPUNG WALAIK KABUPATEN JAYAWIJAYA MENURUT KONSEP COMMUNITY BASED BEHAVIOR MANAGEMENT
Aryoko Alberto Ferdinand Rumaroden, SP, Ir. Gunung Radjiman, M.Sc.
2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahKampung Walaik adalah kampong yang berada di wilayah Adat Walesi yang didiami Suku Dani, suku ini merupakan satu dari 256 Suku yang ada di Tanah Papua. Selama ini, pranata sosial masyarakat adat Walesi di Kampung Walaik menjamin kelestarian sumberdaya alam khususnya sumberdaya hutan, lahan dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan sumberdaya alam Wilayah Adat Walesi di Kampung Walaik dalam pengelolaan sumberdaya alam yang bertumpu pada konsep “community based behavior managementâ€. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menyimpulkan 2 hal utama: Pertama, karakteristik kehidupan masyarakat Kampung Walaik memiliki kearifan lokal yang tinggi dalam pengelolaan sumberdaya alam yang terkristalisasi dalam tatanan dan pranata sosial dan tatanan kelembagaan norma adat Sekalipun masih dilakukan dalam taraf sederhana, namun kesemuanya mengarah pada prinsip-prinsip CBBM dan Pembangunan Berkelanjutan. Kedua, pola pengelolaan sumberdaya alam oleh masyarakat adat Kampung Walaik memenuhi 11 (sebelas) kriteria yang ditetapkan CBBM dari 13 (tiga belas) kriteria yang dikaji. Dan pola pengelolaan tersebut juga memenuhi 3 (tiga) kriteria yang ditetapkan dalam pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan agar: (a) pemberian hak dan peluang usaha bagi masyarakat kampuung Walaik sebaiknya berbasis pada pemanfaatan terbatas dalam kriteria kawasan lindung; (b) masyarakat Walaik perlu dilakukan inclave untuk menjadi bagian wilayah Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya; (c) pemanfaatan kawasan lindung dan Taman Nasional, harus berbasis pada pengelolaan hutan lindung dan hutan konservasi.
Walaik Village is a Village located in the Walesi tradition territory inhabited by Dani Tribe, one among 256 existing tribes in Papua. Up to now, social institutions of Walesi tradition community in Walaik Village ensure the natural resources preservation especially the forest, land and water resources. This research aims to document the natural resource of the Walesi Tradition Territory in Walaik Village based on the \"community-based behavior management\" .The method used in this research is qualitative method, using phenomenological approach. The research indicated two important thing. First, community life of Walaik Village have high local wisdom in management of natural resource which crystallized in the order and social institutions and institutional arrangements Although still in simple model, but all lead to the CBBM principles and the Sustainable Development. Second, the management pattern of natural resource by community tradition of Walaik Village meets 11 (eleven) criteria set by CBBM of 13 (thirteen) criteria assessed. The management pattern also meets three (3) criteria set out in the sustainable development. This study recommends that: (a) granting the rights and business opportunities for the Walaik Village community should be based on the restricted use in the protected areas criteria, (b) the Walaik community needs to be inclaved to become part of the Local Government of Jayawijaya District, (c) the utilization of the protected areas and National Parks, should be based on the management of protected forest and conservation forest.
Kata Kunci : Pengeloaan, Sumberdaya Alam, Instusi Adat,