HUBUNGAN IBU BEKERJA DENGAN KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK
dr. Aries Suparmiati, Prof. dr. Djauhar Ismail, 1. MPH, Ph.D, SpAK
2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSLatar belakang. Akhir-akhir ini terjadi peningkatan jumlah ibu bekerja. Prevalensi keterlambatan bicara pada anak juga meningkat. Salah satu faktor resiko terjadinya keterlambatan bicara pada anak adalah faktor lingkungan termasuk ibu bekerja. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara ibu bekerja dengan keterlambatan bicara pada anak. Metode Rancangan penelitian ini adalah kasus kontrol, dengan jumlah sampel 45 anak pada kelompok kasus dan 45 pada kelompok kontrol dengan matching sesuai umur dan jenis kelamin. Kriteria inklusi adalah anak usia 12 s/d 36 bulan yang mengalami keterlambatan bicara, Kriteria eksklusi adalah anak dengan gangguan pendengaran, global developmentan delay, retardasi mental dan autisme. Hasil data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara ibu bekerja dengan keterlambatan bicara pada anak, dengan OR 1,93 (IK 95% 0,81 – 4,58; p= 0,13). Sedangkan dari faktor lain yang diuji, hanya faktor riwayat keluarga terlambat bicara yang hasilnya bermakna dengan nilai OR 7,81 ( IK 95% 1,636 – 37,36; p= 0,04). Simpulan Tidak ada hubungan antara ibu bekerja dengan keterlambatan bicara pada anak. Terdapat hubungan antara riwayat keluarga terlambat bicara dengan keterlambatan bicara pada anak.
Background. Recently the number of working mothers increased significantly. The prevalence of speech delay in children has increased as well. One of risk factors of speech delay in children is an environmental factor, including working mothers. Objective. To determine the correlation between working mothers and speech delay in children. Methods. A case-control study of 45 children diagnosed with speech delay was matched with 45 children of control group based on gender and age. Subjects were children aged 12 to 36 months who experienced speech delay.We excluded children with hearing loss, global developmental delay, mental retardation and autism. We analysed another risk factor such as mother educational level, family income, bilinguality, television viewing, lackof stimulation, child caregiving, and family history of speech delay. Data were analyzed statistically using chi-square tests. Results. There was no association between working mothers and speech delay in children as well as in other behaviors OR 1,93 ( 95%CI 0,81 – 4,58; p= 0,13). Only family history of speech delay showed a statistically significant correlation with speech delay in children with OR 7.81 (95% CI: 1.636 to 37.36; p= 0,04). Conclusions. No association between working mothers with speech delay in children was observed. Family history of speech delay was correlated with speech delay in children.
Kata Kunci : ibu bekerja, keterlambatan bicara