Laporkan Masalah

EVALUASI CONTRACTING OUT DAN KEPUTUSAN INVESTASI PERALATAN FOTO RONTGEN DI RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU

Irawan, Dyah Pratiwi , Agastya, SE,. MBA,. MP

2019 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Dalam usaha mencari keuntungan, rumah sakit hams dapat meningkatkan mutu pelayanan namun tetap harus menggunakan dana secara efisien. RS PKU Muhammadiyah Delanggu menyelenggarakan salah satu pelayanannya yaitu pelayanan foto rontgen dengan sistem contracting out sebagai alasan mengatasi keterbatasan sumber daya. Dalam rangka pembangunan fasilitas mmah sakit, RSU PKU Muhammadiyah Delanggu berencana melakukan pergantian alat radiologi dengan alat yang terbaru dengan teknologi yang lebih tinggi dan kemudian akan mengelolanya sendiri. Dalam menghadapi pemilihan berbagai alternatif keputusan ini, pihak rumah sakit perlu meiakukan penilaian dan perbandlngan terhadap kedua pilihan tersebut. Penilaian ini menggunakan Health Technology Assessment (HTA), suatu evaluasi yang menilal berbagai teknoloqi kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk m.elakukan evaluasi contracting out pelayanan foto rontgen di RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat efisiensi antara contracting out dan mengelolanya sendiri, mengukur tingkat keiayakan investasi peralatan yang baru serta mengetahui dampak sosial antara pelayanan dengan sistem contracting out dan dengan mengelolanya sendiri. Metode: Rancangan penelitian deskriptif berdasar data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantiiatif diperoleh dari bagian radiologi dan bagian keuangan rumah sakit, yang kemudian dihitung biayanya dan dianalisis dengan cost benefit analysis dari uji keiayakan investasi. Sedangkan data kualitatif diperoleh dengan wawancara mendalam dan terarah dengan jajaran direksi rumah sakit sesuai pedoman wawancara yang direkam dan kemudian dicatat. Hasil dan pembahasan: Hasil wawancara dengan jajaran direksi mengindikasikan bahwa pihak direksi merasa cukup mampu jika akan mengelola sendiri. rencana dan biaya juga telah disiapkan. Sedangkan dari data kuantitatif yang telah diolah, aliran kas masuk bersih rumah sakit dengan mengelola sendiri akan lebih tinggi daripada dengan system contracting out. Dari hasil penilaian keiayakan investasi, payback period alat 100 MA adalah 2 tahun 2 bulan 5 hari dan alat 500 MA adalah 2 tahun 4 bulan 24 hari, dengan asumsi 80 % perkiraan adalah 4 tahun 6 bulan dan dengan asumsi 70 % perkiraan adalah 12 tahun 4 bulan 24 hari. Net Present Value (NPV) untuk alat 100 MA sebesar Rp.164,930,500 dan alat 500 MA sebesar Rp.533,346,300. Sedangkan laju pengembalian internal (IRR) untuk alat 100 MA adalah 45 % dan alat 500 MA adalah 65 %, Kesimpulan dan saran: Dari segi ekonomi dan non ekonomi, pelayanan foto rontgen RS PKU Muhammadiyah Delanggu dengan mengelola sendiri lebih efisien dan lebih baik daripada dengan sistem contracting out. Selain itu investasi peralatan foto rontgen 100 MA dan 500 MA RS PKU Muhammadiyah Delanggu layak dilakukan pencatatan dan pendataan pasien maupun pendapatan dan pengeluaran pelayanan foto rontgen, sebaiknya tidak lagi dilakukan dengan manual. Selain itu sebaiknya dalam pengambilan keputusan antara contracting out atau mengelola sendiri suatu peraiatan daiam rangka peiayanan kesehatan sebaiknya dilakukan analisis keputusan. Kata kunci: contracting out, investasi, cost benefit analysis, sosial

Background: To find profit, the hospltal_have to increase quality of service but they have to use fund efficiently too. RS PKU Muhammadiyah Deianggu create one of their service especially rontgen photo service v\/ith contracting out system as the reason to solve limitedness of resources. And in effort to build facility of the hospital, RS PKU Muhammadiyah Deianggu have plan to change radiology device with new and high technology device and then manage it by thelrself. To choose many alternatives like this, the hospital have to do evaluation and compare it. This evaluation can use Health Technology Assessment (HTA), that can evaluate health technology. Objective: The aim of this study was to evaluate contracting out system of rontgen photo at RS PKU Muhammadiyah Deianggu. And special aim is to measure degree of efficiency between contracting out and manage it by theirself, measure the degree of properness the investment of new device and to know the social impact between service with contracting out system and manage it theirself. Method: The design of this research have as background quantitative and qualitative data. Quantitative data is got from unit of radiology and finance of hospital, which is measured cost and then analize by cost benefit analysis and the properness of Investment test. White qualitative data is got by deep and structured interview with direction of hospital and use manual interview which are recorded and then noted. Result and discussion: The result of Interview with the direction of hospital indicate that they feel confident if they manage it theirself, plan and cost are prepared too. While from quantitative data which is measure, it show result that net cash flow of hospital with manage it theirself are higher than with contracting out system. From the properness of investment test, pay back period of 100 MA device is two years and two months five days, and 500 MA is two years and four months twenty four days and with assumption of eighty percent from prediction is about four years and six months and with assumption of seventy percent from prediction is about twelve years and four months twenty four hours . Net present value for 100 MA device is Rp. 164,930,500 and for 500 MA is Rp.533,346,300. While internal rate of return for 100 MA device is 45 % and for 500 MA is 65 %. Conclusion and recommendation: From economics and non economics aspect, photo rontgen service RS PKU MUhammadiyah Deianggu by manage it self is more efficient and better than by contracting out system. Beside that, investment of photo rontgen device of 100 MA and 500 MA RS PKU Muhammadiyah Deianggu is good to do. Recording and collecting data of patient, income and outcome of the photo rontgen service wisely not do It again by manual again. Beside that, in make decision between contracting out or manage itself the device for helath service, it is good to make decision analysis before. Keywords: contracting out, investment, cost benefit analysis, social

Kata Kunci : contracting out, investasi, cost benefit analysis, sosial

  1. S2-FKU-2011-Dyah_Pratiwi_Irawan-Abstract.pdf  
  2. S2-FKU-2011-Dyah_Pratiwi_Irawan-Bibliography.pdf  
  3. S2-FKU-2011-Dyah_Pratiwi_Irawan-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-FKU-2011-Dyah_Pratiwi_Irawan-Title.pdf