STUDI KOMPARATIF USAHATANI TEMBAKAU MONOKULTUR DAN TUMPANG SARI DI KECAMATAN KLEDUNG KABUPATEN TEMANGGUNG
Tantri Siwi Saptani, S. Sos, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec
2012 | Tesis | S2 Magister Manj.AgribisnisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tembakau di kecamatan Kledung kabupaten Temanggung, membandingkan pendapatan usaha tani tembakau secara monokultur dan tumpangsari di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, membandingkan kelayakan usahatani tembakau secara monokultur di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung dan dampak usahatani tembakau terhadap distribusi pendapatan di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Responden ditentukan dengan metode purposive sampling sebanyak 60 responden yang terbagi menjadi 2 desa yaitu 30 responden dari desa Kruwisan dan 30 responden dari desa Tlahap kecamatan Kledung kabupaten Temanggung. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tembakau adalah luas lahan, benih/bibit dan pola tanam, (2) Pendapatan petani tembakau monokultur di desa Kruwisan sebesar Rp. 4.326.767 lebih tinggi dibandingkan petani tembakau tumpangsari di desa Tlahap sebesar Rp 1.143.660, (3) Nilai R/C di desa Kruwisan 2,08 dan di desa Tlahap 2,05, nilai B/C desa Kruwisan 1,08 dan desa Tlahap 1,05 serta IRR di desa Kruwisan 29,44% dan desa Tlahap 28,80%, (4) Nilai gini rasio di desa Kruwisan (monokultur) 0,273, desa Kruwisan (tembakau + bawang + ternak) 0,264, desa Tlahap (tumpangsari) 0,365 dan desa Tlahap (tembakau + kopi + ternak) 0,250
Focus in this research are to know the influence factors on tobacco production in Kledung sub district Temanggung District, Compared tobacco farming income with monoculture and tumpangsari methods in Kledung sub district Temanggung district, Compared tobacco farming feasibility with monoculture and tumpangsari methods in Kledung sub district Temanggung district and Impact of tobacco farming concerning income distribution in Kledung sub district Temanggung district. The method used in this research is analysis descriptive methods. The respondent given by purposive sampling methods as many 60 respondent separate in 2 villages, that is 30 respondent from Kruwisan village and 30 respondent from Thalap village Kledung sub district Temanggung district. Aims of this research are (1) The influence factors on tobacco production are wide of land, seeds and planting system, (2) Income of tobacco farmer with monoculture method in Kruwisan village as many Rp 4.326.767 higher than tobacco farmer with tumpangsari method in Tlahap village as many Rp 1.143.660, (3) R/C value in Kruwisan village 2,08 and in Tlahap 2,05, B/C value in Kruwisan village 1,08 and Tlahap village 1,05, and also IRR value in Kruwisan village 29,44% and in Tlahap village 28,80%, and (4) Gini ratio value in Kruwisan village (monoculture) 0,273, Kruwisan village (tobacco + onion + livestock) 0,264, Tlahap village (tumpangsari) 0,365 and Tlahap village (tobacco + coffee + livestock) 0,250.
Kata Kunci : -