Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, PERSEPSI TERHADAP HAMBATAN DAN PERSEPSI TERHADAP BENEFIT PELAYANAN KESEHATAN PESERTA JAMKESMAS DENGAN PEMANFAATAN PROGRAM JAMKESMAS DI KABUPATEN MUKOMUKO

BOBI KUSNIADI, Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kabupaten Mukomuko merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Utara dengan jumlah penduduk 156,132 jiwa, pada saat ini pemanfaatan pelayanan kesehatan masyarakat miskin peserta jamkesmas di Kabupaten Mukomuko masih sangat rendah dari proyeksi nasional (15%) data tahun 2009 kunjungan peserta jamkesmas yaitu hanya (3,65%) dan tahun 2010 (3,93%) dari jumlah peserta 43.703 jiwa. Masih rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat miskin peserta jamkesmas menarik untuk di teliti kenapa pelayanan kesehatan telah dijamin oleh pemerintah tidak dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal. Tujuan: Untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan program jamkesmas di Kabupaten Mukomuko. Metode: Jenis penelitian analitik dengan metode kuantitatif di dukung kualitatif. Rancangan penelitian cross-sectional, subjek penelitiannya adalah masyarakat miskin peserta jamkesmas dilaksanakan pada empat wilayah puskesmas, yaitu Puskesmas Ipuh, Puskesmas Pondok Suguh, Puskesmas Tunggal Jaya dan Puskesmas Kota Mukomuko. Instrumen penelitia dengan cara kuesioner dan panduan wawancara. Data kuantitatif dianalisis dengan univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Masyarakat miskin peserta jamkesmas di Kabupaten mukomuko masih belum banyak memanfatkan pelayanan kesehatan kartu jamkesmas dikarenakan sosialisasi yang kurang efektif yang dilakukan oleh pemerintah terutama pemberi pelayanan kesehatan, pendistribusian kartu yang kurang tepat, jarak ke fasilitas pelayanan kesehatan, transportasi umum, budaya masyarakat, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, sehingga akan mempengaruhi masyarakat miskin peserta jamkesmas dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Oari 300 responden peserta jamkesmas yang memanfaatkan pelayanan kesehatan 58,7%, tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan 41,3%. Variabel pengetahuan tentang program jamkesmas, persepsi terhadap hambatan pelayanan kesehatan jamkesmas dan persepsi terhadap benefit pelayanan kesehatan jamkesmas terdapat hubungan yang bermakna dengan pemanfaatan program jamkesmas.

Background: Mukomuko Regency is a development region originated from North Bengkulu Regency with population of 156,132 people, at the current time the utilization of public health seNice to the poor participant of jamkesmas at Mukomuko Regency still very low compared to the national projection 15%. Data for 2009, the visiting number of Jamkesmas participants was only 3.65% and for 2010 was 3.93% out of the participant number at 43,703 peoples. The low of utilization of health seNice by the poor participant of Jamkesmas was interesting to be studied, why the health seNice that was guaranteed by the government was not utilized optimally by the public. Objectives: To knowing what are the factors that caused the low of utilization of Jamkesmas in Mukomuko Regency. Method: This was analytic study used quantitative method and was supported by qualitative, used cross sectional design. The subject of the study was the poor participant of Jamkesmas, the study was performed at four Public Health Center (PHC) those were Ipuh PHC, Pondok Suguh PHC, Tunggal Jaya PHC, and Kota Mukomuko PHC. The instrument of the study was questionnaire and indepth inteNiew guidelines. The quantitative data was analyzed used univariate, bivariate and multivariate method. Results: The poor participant of Jamkesmas at Mukomuko Regency still few utilized the health seNice because the lack of knowledge, not get socialization both directly and not directly such as by leaflet, banner and so on. Public transportation vehicle was not available, the human resource was lack, road infrastructure was not sufficient, the public culture was still many of them utilized traditional healer, shame to used the Jamkesmas card and the card distribution was not appropriate target. Conclusion: Out of 3000 respondent participant of Jameksmas that utilized the health seNice 58.7%, 41.3% of them not utilized the health seNice. The variable of knowledge on Jamkesmas, perception of barrier to the Jamkesmas health seNice and perception on the benefit of Jamkesmas health seNice, had significant correlation p<0.05 to the utilization of Jamkesmas.

Kata Kunci : Pengetahuan, Persepsi terhadap hambatan, Persepsi terhadap benefit, Pemanfaatan program Jamkesmas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.