STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAHTANGGA PENDUDUK PENDATANG ASAL AMBON (Kasus Petani Miskin di Lamanaga dan Wakonti, Kecamatan Wolio, BauBau Provinsi Sulawesi Tenggara)
Masrul Mauso Patu, S.Pd, Dr. Su Ritohardoyo, M.A,
2012 | Tesis | S2 GeografiPenguasaan luas lahan, kesempatan kerja, dan kondisi lingkungan fisik, merupakan kendala yang telah berdampak pada pendapatan dan sulitnya pemenuhan kebutuhan ekonomi rumahtangga petani sebagai penduduk pendatang di perdesaan wilayah yang baru dimukimi. Permasalahan utama dalam penelitian yaitu bagaimana strategi yang diterapkan petani, dan peran karakteristik sosial ekonomi petani dalam mengatasi kendala yang dihadapi khususnya dalam meningkatkan pendapatan rumahtangga mereka. Tujuan penelitian mengungkap variasi strategi yang diterapkan rumahtangga petani, dan faktor-faktor sosial ekonomi rumahtangga yang berperan dalam meningkatkan pendapatan. Penelitian ini dilakukan di perdesaan Kecamatan Wolio, BauBau Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode survei lapangan digunakan dalam penelitian dengan pengambilan sampel ditentukan berdasarkan Quota atau dijatah sebanyak 80 rumahtangga pada Dusun Lamanaga Kelurahan Bukit Wolio Indah dan 80 rumahtangga pada Dusun Wakonti Kelurahan Kadolo Katapi. Data primer yang dikumpulkan melalui tekhnik wawancara dengan koesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan tabel frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan petani penduduk pendatang di Lamanaga dan Wakonti yaitu memanfaatkan anggota rumahtangga dengan melibatkan istri dan anak usia produktif, memanfaatkan jaringan sosial dengan meminjam uang pada saudara, mengelola ekonomi keluarga dengan menghemat pengeluaran pangan dan non pangan, serta diversifikasi pekerjaan dengan melakukan pekerjaan di luar sektor pertanian sebagai pekerjaan sampingan. Faktor sosial ekonomi yang berperan penting terhadap strategi yang dipilih petani yaitui pemilikan barang ekonomis sebagai modal, penguasaan lahan untuk kegiatan pertanian, dan pendapatan rumahtangga. Secara nyata pendapatan rumahtangga petani meningkat dan sangat beragam berdasarkan berbagai strategi yang diterapkan petani di Lamanaga dan Wakonti, tetapi rerata pendapatan rumahtangga per bulan secara umum masih belum mencukupi kebutuhan hidup minimum rumahtangga petani (< Rp 830.500/bulan).
The control of land width, employment opportunity, and physical
environment condition, were the obstacles that resulted in the difficulty in meeting
the household economic needs of the imigrant farmers in the rural areas newly
inhabited. The main problem of the study was what are the strategy and the socialeconomic
characteristics of the farmers in overcoming the obstacles facing them,
especially in increasing their household income. The study aimed at finding out
the strategy used by the farmer households and the social-economic factors of the
households that played an important role in increasing their income. It was
conducted in Wolio subdistrict of Bau-bau of Southeast Sulawesi province.
In-field survey method was used to collect the data with sampling. The
number of the sample was determined using the quota of 80 households of
Lamanaga of Bukit Wolio Indah village and 80 households of Wakonti of Kadolo
Katapi village. The primary data was collected using interview with questionnaire
and analyzed descriptive-qualitatively with frequency table and cross tabulation.
The results of the study showed that the strategy used by the imigrant
farmers in Lamanga and Wakonti were using of the members of their households
who were wives and children of productive age, using sosial network by
borrowing money from relatives, managing household economics by minimizing
the expense for food and non-food, and diversifying jobs by doing the jobs outside
of agriculture sector as side jobs. The social-economic factors that played an
important role in the strtegy were the ownership of economic goods as capital, the
control of land for agricultural activity, and income. The household income of
the farmers increased significantly and highly varied with the strategies used by
the farmers in Lamanaga and Wakonti, but their monthly mean income has not
been able to meet the minimum needs of the households of the farmers
(
Kata Kunci : Variasi strategi, peningkatan pendapatan petani, penduduk pendatang.