Laporkan Masalah

HUBUNGAN KADAR NATRIUM DENGAN ANGKA KEMATIAN DALAM 30 HARI PADA INFARK MIOKARD AKUT (TINJAUAN PUSTAKA DAN LAPORAN HASIL PENELITIAN)

Eko Bacharibjatoen, Dr. Bambang Irawan SpPD-KKV SpJP(K)

2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Latar belakang: Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang progresif dengan berbagai macam tampilan klinis dari yang asimtomatis, angina stabil maupun sindroma koroner akut, sampai kematian jantung mendadak (Suddent Cardiac Death). Pada infark miokard akut, pelepasan vasopresin nonosmotik terjadi karena disfungsi ventrikel kiri yang akut, sebagai respon terhadap nyeri, nausea, stres mayor, atau respon terhadap pemberian analgetika dan diuretika. Kadar vasopresin meningkat secara bersamaan dengan aktivasi dari neurohormonal lain seperti renin dan norepinefrin Pada pasien dengan infark miokard akut, hiponatremia menjadi sangat rendah karena aktivasi bersamaan dari sistem renin angiotensin dan peningkatan produksi katekolamin. Kadar natrium yang rendah merupakan petanda dari aktivasi neurohormonal pada infark miokard akut berisiko tinggi untuk gagal jantung dan mortalitas. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara (pengaruh) kadar natrium dengan angka kematian dalam 30 hari pengamatan paska infark miokard akut. Metode penelitian: Penelitian dilakukan secara Kohort prospektif observasional pada penderita IMA yang dirawat di ICCU RS Dr. Sardjito mulai bulan Oktober 2005 sampai September 2006. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dibagi menjadi 2 kelompok yang memiliki kadar natrium < 136 mEq/L dan kelompok yang memiliki kadar natrium ≥136 mEq/L. Waktu pengambilan sampel natrium dilakukan saat masuk rumah sakit. Selama 30 hari dilakukan follow up diobservasi kejadian terutama kematian. Hasil penelitian: Didapatkan subyek sebanyak 47 orang yang terdiri dari 34 lakilaki dan 13 perempuan. Kematian pada kelompok dengan kadar natrium < 136 mEq/L lebih rendah dibandingkan dengan kelompok dengan kadar natrium ≥ 136 mEq/L (p=0,154). Analisis kesintasan dengan metode Kaplan-Meier terhadap kematian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok dengan Log rank p=0,036. Kesimpulan: Kadar natrium serum rendah mempengaruhi angka kematian selama pemantauan 30 hari paska infark miokard akut secara tidak bermakna dengan odds ratio 3,422 (95% IK: 0,761-15,388; p=0,154).

Background: Coronary heart disease is a progressive disease, characterized by var iety of clinical presentations from asymptomatic, stable angina, acute coronary syndrome and suddent death. In acute miocard infarct, release of nonosmotic vasopressin on the state of acute left ventricular dysfunction occurs in respon to bone pain, nausea, stress, or respon to analgetic and diuretic. Rate of vasopresin mount concurrently with activation of other neurohormonal like and rennin of norepinephrine. Patient with acute miocard infarct, hiponatremia become very low caused by activation at the same time from rennin angiotensin system and increase catecolamin. Low sodium level represent of activation of neurohormonal in acute miocard infark was high risk to heart failure and mortalitas. Objective: To know relationship between early sodium level and mortality within 30 day in acute myocardial infarction. Methods: This study is an observational prospective cohort study in AMI patients who treated in Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) of Dr. Sardjito Hospital since October 2005 to September 2006.. Subject fulfilled inclusion and exclusion criteria , divided into 2 group, group with sodium < 136 mEq/L and sodium ≥136 mEq/L. Time of collecting sampling on sodium was on admission hospital. During 30 days of follow up, we observed outcome of mortality. Results: There were 47 subjects, they consist of 34 males and 13 females. Mortality outcome in group sodium > 136 mEq/L was higher than sodium ≥ 136 mEq/L (p=0,0154). Survival analisis with Kaplan-Meier methode to mortality showed there was significantly difference between two groups ( log rang p=0,036). Conclusions: Low serum sodium level affect the mortality during 30 days of follow up post AMI events with odds ratio 3,422 (95% CI: 0,761-15,388; p=0,154, NS).

Kata Kunci : Kadar natrium- infark miokard – kematian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.