Faktor-faktor Risiko Kejadian Diare Akut pada Balita di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu
Ali Rosyidi, Prof. dr. M. Juffrie, Ph.D, SpA(K),
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Penyakit diare merupakan masalah kesehatan di dunia, seperti sebagian besar penyakit anak-anak lainnya, penyakit diare jauh lebih banyak terdapat di negara berkembang daripada negara maju, yaitu 12,5 kali lebih banyak dalam kasus mortalitas. Angka kesakitan diare di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Kejadian diare di Kabupaten Lebong tahun 2009 sebanyak 693 penderita dengan IR 0,68 dan CFR 0,0%, sedangkan kasus diare pada balita sebanyak 224 penderita dengan IR 1,51 dan CFR 0,0%. Tujuan : Untuk mengetahui karakteristik penderita diare akut pada kelompok umur balita dan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diare akut pada umur balita di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Metode : Merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan kasus kontrol, data yang diambil adalah data primer dengan kuesioner dan observasi dengan faktor risiko Sumber air minum, Tempat pembuangan tinja, Cuci tangan setelah buang air besar, Cuci tangan sebelum menyuapi balita. Sampel diambil secara purposif sejumlah 82 kasus dan kontrol 82 Balita. Analisis data dilakukan secara diskripsi, bivariat dengan chi square, multivariat dengan multiple logistic regression dengan program SPSS. Hasil : Dari analisis multivariat variabel yang berhubungan dengan kejadian diare akut pada balita adalah tempat pembuangan tinja OR=4,934 (p=0,000), cuci tangan sebelum menyuapi balita OR=4,832 (p=0,000). Kesimpulan : Tempat pembuangan tinja, Cuci tangan sebelum menyuapi balita merupakan faktor risiko terjadinya diare akut pada balita.
Background: Diarrhea is a worldwide health problem. Like most of other child diseases, diarrhea more often occurs in developing countries than in developed countries, i.e. 12.5 times greater in mortality cases. Diarrhea morbidity rate in Indonesia is increasing over years. The incidence of diarrhea at District of Lebong in 2009 reached 693 patients with incidence rate (IR) 0.68 and case fatality rate (CFR) 0.0%; whereas diarrhea cases in underfives reached 224 with IR 1.51 and CFR 0.0%. Objective: To identify characteristics of acute diarrhea in underfives and risk factors associated with the incidence of acute diarrhea in underfives at District of Lebong, Province of Bengkulu. Method: The study was analytic observational with case control study design. Data were obtained through questionnaire and observation with risk factors of water resources, location of septic tank, washing hands after toileting, washing hands before feeding the child. Samples were taken purposively, comprising 82 children as cases and 82 as control. Data were analysed descriptively using bivariate with chi square, multivariate with multiple logistic regression through SPSS program. Result: The result of multivariate analysis showed variables associated with the incidence of acute diarrhea were location of septic tank OR=4.934 (p=0.000), washing hands before feeding the child OR=4.832 (p=0.000). Conclusion: Location of septic tank, washing hands before feeding the child were risk factors for the incidence of acute diarrhea in underfives.
Kata Kunci : Faktor risiko, diare akut, Balita, Kabupaten Lebong.