Laporkan Masalah

PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP DAYA LENTING BERBAGAI MACAM KAWAT BUSUR NIKEL TITANIUM (Eksperimental Laboratoris)

Rina Setiowati, drg. Hj. Sri Suparwitri, SU., Sp.Ort. (K).

2012 | Tesis | S2 Ortodonsia

Kawat busur merupakan salah satu komponen penting pada alat ortodontik. Bahan logam kawat busur mengalami kemajuan pesat, khususnya kawat busur Nikel Titanium yang digunakan pada awal perawatan. Banyak macam kawat busur Nikel Titanium yang beredar dipasaran pada saat ini, ortodontis seharusnya mengerti tentang macam dan sifatnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan temperatur terhadap daya lenting kawat busur Nikel Titanium. Penelitian dilakukan pada kawat busur Nikel Titanium Cina, Lowland, GNH, IMD dan Ortomerika. Masing-masing Nikel Titanium terdiri dari 15 kawat dengan panjang 12,5 mm diameter 0,016 inci dibagi menjadi 3 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 kawat. Masing-masing kelompok direndam dalam saliva buatan pada temperatur 10 0 C, 37 0 C dan 60 0 C dengan pH normal, kemudian diukur daya lentingnya dengan alat ukur defleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat bermakna besarnya daya lenting yang setara dengan beban yang diperlukan pada masing-masing kawat busur Nikel Titanium terhadap perubahan temperatur. Kawat busur Nikel Titanium IMD, Orthomerika dan Cina menduduki peringkat pertama, kedua dan ketiga baik pada temperatur 10 0 C, 37 0 C dan 60 0 , oleh karena ketiga kawat busur Nikel Titanium IMD, Orthomerika dan Cina memerlukan beban yang besar untuk defleksi sebesar 1 mm dibanding kedua kawat busur Nikel Titanium Lowland dan GNH sehingga memiliki daya lenting yang tinggi. Kesimpulan : ada perbedaan pengaruh perubahan temperatur terhadap daya lenting kawat busur Nikel Titanium Cina, Lowland, IMD, GNH dan Ortomerika. Daya lenting kawat busur Nikel Titanium akan menjadi tinggi ketika temperatur kurang dan lebih dari 370C.

Archwire is one of important component on orthodontic appliance. The metal materials of archwire are progressed quickly, especial a Nickel Titanium archwire wich is used on initial treatment orthodontic. Many kinds and types of archwires are available at present, the orthodontists should have a good knowledge about its variations and characteristics. The aim of this study was to know the influence at temperature differences towards springback power of Nickel Titanium archwire. This study was carried out on China, Lowland, GNH, IMD, and Orthomerica Nickel Titanium archwires. Each Nickel Titanium to consist of 15 archwire with a length of 12,5 mm, diameter of 0,016 inches, divided into 3 groups and every group consist of 5 archwires. Each groups submerged in artificial saliva on 10 0 C, 37 0 C and 60 0 C with normal pH, then the springback power were measured with deflection gauge. The result of this study showed that there were very significant differences of springback power value which is equivalent to the required load on each archwire of Nickel Titanium with temperatur change. The Nickel Titanium archwire IMD, Orthomerica, and China rangked first, second and third at temperatures 10 0 C, 37 0 C and 60 0 C, therefore all three Nickel Titanium archwire IMD, Orthomerica and China require large load to deflection of 1 mm compared to both Nickel Titanium archwire Lowland and GNH and thus have a high springback. The conclusion that were differences in the effect of temperature change influence against springback power China, Lowland, IMD, GNH and Orthomerica Nickel Titanium archwire. The springback power would be high when the temperature is less and more than 370C.

Kata Kunci : daya lenting, kawat busur Nikel Titanium, temperatur.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.