Laporkan Masalah

PENGARUH SASARAN YANG JELAS DAN TERUKUR, DESENTRALISASI, INDIKATOR PENGUKURAN KINERJA DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK (Studi Empiris atas Pemerintah Daerah di Wilayah Provinsi D I Yogyakarta)

Anita Primastiwi, SE., Dr. Hardo Basuki, M.Soc., Sc.,

2012 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menemukan bukti empiris adanya pengaruh dari sasaran yang jelas dan terukur, desentralisasi, indikator pengukuran kinerja, dan insentif, terhadap kinerja pemerintah daerah (pemda) di wilayah Provinsi Daerah Istimewa (D. I.) Yogyakarta. Penelitian ini merujuk pada penelitian Verbeeten (2008) yang meneliti mengenai dampak penerapan manajemen berbasis kinerja terhadap kinerja organisasi sektor publik di Belanda. Populasi dalam penelitian ini adalah pemda di wilayah Provinsi D. I. Yogyakarta. Sampel yang digunakan adalah kepala SKPD, yaitu kepala dinas, kepala badan, dan kepala kantor, di Provinsi D. I. Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Kulon Progo yang sudah menjabat minimal selama satu tahun. Data yang digunakan adalah data primer berupa persepsi responden terhadap kuesioner yang diajukan. Data dianalisis dengan menggunakan alat analisis partial least square (PLS) dengan alat bantu program SmartPLS Versi 2.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor (variabel) yang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja kuantitas pemda di wilayah Provinsi D. I. Yogyakarta adalah sasaran yang jelas dan terukur dan indikator pengukuran kinerja. Faktor-faktor yang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja kualitas pemda tersebut adalah sasaran yang jelas dan terukur, indikator pengukuran kinerja, dan insentif. Hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa sasaran yang jelas dan terukur berpengaruh positif baik terhadap kinerja kuantitas maupun kinerja kualitas adalah sesuai dengan dengan hasil penelitian Verbeeten (2008). Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa insentif berpengaruh secara negatif terhadap kinerja kuantitas dan berpengaruh secara positif terhadap kinerja kualitas bertentangan dengan hasil penelitian Verbeeten (2008). Hal ini menjadi peluang bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti mengenai sistem pemberian insentif di dalam organisasi sektor publik khususnya di wilayah Provinsi D. I. Yogyakarta.

This research aims to give empirical evidence about the impact of clear and measurable goals, decentralization, performance measurement indicators, and incentives on performance of local governmental units in the of D. I. Yogyakarta Province. This research refers to Verbeeten’s research (2008) about the impact of performance-based management to performance of public sector organizations in the Netherlands. The population is local government units of D. I. Yogyakarta. The samples are SKPD’s chairmen or chairwomen, those are the chairmen or chairwomen of governmental services in province level (D. I. Yogyakarta) and regencial level (Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, and Kabupaten Kulon Progo). They must be in his or her position for at least one year. This research analyzes their perception about statements in the questionaire. The data was analized by partial least square (PLS) with SmartPLS Version 2.0 Like the result of Verbeeten’s research (2008), this research found an empirical evidences that clear and measurable goals has positive impact on both quantity performance and quality performance. But, inconsistent with Verbeeten’s research (2008), this research gave an empirical evidence that incentives has negative impact on the quantity performance and positive impact on quality performance.

Kata Kunci : sasaran yang jelas dan terukur, desentralisasi, indikator pengukuran kinerja, insentif, kinerja pemerintah daerah, dan PLS.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.