HUBUNGAN JUMLAH ASUPAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 6-11 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LENDAH II KABUPATEN KULON PROGO YOGYAKARTA
Nurhayati, dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A(K), Ph.D
2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIALatar Belakang: Gangguan tumbuh kembang terjadi sejak anak usia dini. Keadaan tersebut berdampak terhadap rendahnya kualitas bangsa/anak dimasa depan. Makanan bergizi merupakan kebutuhan anak dalam proses tumbuh kembang terutama dalam tumbuh kembang otak. Hasil studi pendahuluan di wilayah Puskesmas Lendah II diperoleh prevalensi gizi kurang sebanyak 9,59% dan gizi buruk 0,57%. Jumlah balita yang mendapat bantuan MP-ASI dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo 28,6% (59 bayi). Hasil Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) 56,24% (cakupan 90%). Salah satu penyebab gangguan perkembangan adalah kurangnya asupan makanan bergizi yang berdampak pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak sehingga dapat mengganggu perkembangan bayi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan jumlah asupan pemberian MP-ASI dengan perkembangan bayi usia 6-11 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Lendah II Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kerja Puskesmas Lendah II. Dalam penelitian ini variabel yang digunakan meliputi variabel bebas adalah jumlah asupan zat gizi dalam pemberian MP-ASI dengan menggunakan food recall. Variabel terikat adalah perkembangan bayi usia 6-11 bulan. Sampel dalam penelitian berjumlah 93 bayi usia 6-11 bulan. Analisa yang dilakukan meliputi analisis, univariabel, bivariabel, dan multivariabel. Uji statistik yang digunakan korelasi dan regresi multipel. Hasil Penelitian: Analisis bivariabel menunjukkan hubungan yang bermakna antara asupan energi, protein, zat besi (Fe) dan zink (Zn) dengan perkembangan bayi usia 6-11 bulan masing-masing nilai p≤0,25, dan sebaliknya asupan vitamin A tidak ada hubungan yang bermakna dengan perkembangan bayi usia 6-11 bulan dengan nilai p = 0,75 (p>0,25). Kesimpulan: Asupan energi, protein, zat besi dan zink dalam makanan pendamping ASI mempunyai hubungan yang bermakna dengan perkembangan bayi usia 6-11 bulan, sedangkan untuk asupan vitamin A dalam makanan pendamping ASI tidak ada hubungan yang bermakna dengan perkembangan bayi.
Background: Impaired growth and development can occur since early childhood. The situation is impacting on the poor quality of the nation's / child's future. Nutritious food is a necessity in the process of child growth and development, especially in brain growth. The results of a preliminary study at Lendah II health center presented the prevalence of malnutrition and severe malnutrition by 9.59% and 0.57%, respectively. The number of infants who receive complementary feeding in addition to breastfeeding (MP-ASI) in Kulonprogo District Health Office is 28.6% (59 infants). The result of SDIDTK is 56.24% (90% in coverage). One of the causes of developmental disorders is the lack of nutritious food intake that affects brain growth and development so that this condition can interfere with infant development. Objective: To determine the amount of intake of MP-ASI with the development of infants aged 6-11 months in the working area of Lendah II Health Center of Kulonprogo District, Yogyakarta. Methods: This was an observational study with a cross-sectional design. The research was conducted in the working area of Lendah II Health Center. In this study, the variables used included the independent variable which was the pattern of MP-ASI seen from the amount of nutrient intake in the provision of MP-ASI and the dependent variable which was the development of infants aged 6-11 months. The sample in the study was amounted to 93 infants aged 6-11 months. The analysis performed included bivariable, univariable, and multivariable. Analysis statistical tests used were correlation test and multiple regression. Results: The bivariable analysis showed a significant association between intake of energi, protein, iron (Fe) and zink (Zn) and the development of infants aged 6-11 months respectively p ≤0.25, but the intake of vitamin A had no significant relationship with the development of infants aged 6-11 months with a value of p = 0.75 (p> 0.25). Conclusion: Intake of energi, protein, iron and zink in complementary feeding had a significant association with the development of infants aged 6-11 months, while for the intake of vitamin A in the complementary feeding there was no significant association with the development.
Kata Kunci : Jumlah Asupan zat gizi, Perkembangan bayi