Laporkan Masalah

Pengujian Kembali Validitas CAPM dengan Pemodelan Pengestimasian Beta (Studi Empiris di Bursa Efek Indonesia)

Dorry Mayrawan, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, MBA,

2012 | Tesis | S2 Manajemen

Pengujian CAPM telah banyak dilakukan oleh peneliti dimana sampai sekarang hasil penelitiannya masih mix (ada yang menolak dan mendukung CAPM). Hal ini terjadi bukan disebabkan karena masalah teoritis tetapi karena masalah metodologis mengenai kesalahan metode dalam pengestimasian beta. Dengan begitu, penelitian ini bertujuan melakukan pengujian beta (CAPM) dengan single factor dan juga multi factor model menggunakan beberapa teknik pengestimasian beta antara lain beta Indeks Tunggal, beta Blume-Lynch, beta Dimson, beta Scholes-William, dan beta Fowler-Rorke. Dalam penelitian ini, 73 perusahaan dipilih sebagai sampel berdasarkan kriteria – kriteria tertentu dan dibagi dalam empat periode pengamatan yakni tahun 2004-2005, 2005-2006, 2007-2008 dan 2004-2008. Pengujian beta dilakukan dengan menggunakan metode OLS dengan terlebih dahulu melakukan pengestimasian dan perhitungan pada masing – masing beta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan beta koreksi yang mempertimbangkan lead dan lag memang menghasilkan nilai beta yang mendekati satu tetapi tidak tepat digunakan untuk menguji validitas CAPM. Sementara itu, metode Indeks Tunggal menghasilkan nilai beta yang jauh dari satu tetapi merupakan metode yang paling baik dalam menjelaskan return saham. Selain itu juga, hasil penelitian juga mendukung berlakunya CAPM baik ketika diuji dengan model single factor maupun multi factor.

Capital Asset Pricing Model (CAPM) has been widely tested by researchers where the result of this research is still mixed (some are rejected and supported CAPM). This cause not from theoretical problems, but from methodological problems concerning errors in the method of estimating beta. Thus, this study aimed to test the beta (CAPM) with single factor and multi factor models using several techniques of estimating beta, like Indeks Tunggal beta, Blume-Lynch beta, Dimson beta, Scholes-William beta and Fowler-Rorke beta. In this study, 73 companies have been selected as sample based on some criteria and divided into four periods of observation 2004-2005, 2005-2006, 2007-2008 and 2004-2008. Beta testing is done using OLS method and perform calculations on each beta. The results showed that beta correction which considers lead and lag produces beta values close to one but not exactly used to test the validity of CAPM. Meanwhile, the single index method produces beta values far from one but it is the best method in explaining stock returns. In addition, research results also support CAPM when tested with single factor and multi factor models.

Kata Kunci : CAPM, beta, single factor, multi factor, beta koreksi, metode Indeks Tunggal, return.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.