Bus Terminal of Banyuwangi : Policy and Adaptation A Case of Banyuwangi Regency
Tanto Sujono, Ir. Heru Sutomo, M.Sc (Eng), Ph.D,
2012 | Tesis | S2 Pengel. Infrastruktur & Pembangunan Masy.Di Banyuwangi terdapat terminal bus, dimana kondisi terminal bus ini tidak sesuai dengan harapan masyarakat pengguna jasa transportasi yang ada di Banyuwangi. Terminal hanya digunakan sebagai tempat pemberangkatan dan penurunan penumpang yang memang asal dan tujuan bus ada di terminal tersebut. Sedangkan bus yang antar kota antar provinsi hanya melewati terminal tidak pernah masuk ke terminal. Ini dikarenakan bus–bus tersebut telah menaikkan penumpang di depan pelabuhan penyeberangan. Para penumpang lebih senang memilih naik dari depan pelabuhan penyeberangan karena mereka lebih mudah memilih angkutan yang mereka inginkan. Selain itu juga letak pelabuhan yang berdekatan dengan stasiun kereta api sehinggga sangat strategis. Dari permasalahan tersebut penelitian ini diharapkan untuk mengetahui desain terminal yang sesuai dengan keinginan dari masyarakat pengguna jasa transportasi yang ada dengan keterkaitan terminal intermodal. Ini mengingat pembangunan terminal yang ada ternyata tidak ada perencanaan studi terlebih dahulu. Sehingga lokasi terminal sangat berjauhan dengan letak stasiun kereta api dan pelabuhan penyeberangan. Adapun untuk mencapai tujuan tersebut maka digunakan bantuan Geografic Information System (GIS) sebagai visualisasi dan analisis menggunakan Multicriteria Evaluation (MCE) untuk mengetahui apakah terminal baru nantinya lebih baik dari terminal lama. Selain itu juga survai wawancara terhadap pelakupelaku transportasi yang dalam hal ini disebut dengan community development perspective seperti operator, penumpang, pemerintah dan masyarakat sekitarnya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan untuk terminal tipe A arus minimum kendaraan adalah 50 – 100 kendaraan / jam, dengan asumsi bahwa minimum kendaraan yang masuk ke terminal adalah 1.200 kendaraan setiap harinya. Namun yang diperoleh dilapangan bahwa kendaraan yang masuk ke terminal adalah 130 – 173 kendaraan setiap harinya. Artinya bahwa kendaraan yang masuk hanya 15 % dari yang diharuskan untuk terminal tipe A. Sedangkan untuk penumpang angkutan umum yang naik dan turun dengan asumsi faktor muat angkutan umum dengan 50 % diperkirakan untuk 1 (satu) hari mencapai 60.000 orang namun dari data yang ada penumpang dalam 1 hari hanya 2.364 orang yang berarti hanya 4 % orang yang memanfaatkan terminal. Dari hasil temuan tersebut juga masyarakat pengguna jasa transportasi, operator, pemerintah dan masyarakat sekitar menginginkan suatu sistem baru yakni sistem intermoda yang lebih memberikan keuntungan yang lebih besar dengan mengharapkan adanya terminal bus baru yang terkoneksi dengan moda pelabuhan dan kereta api.
In Banyuwangi there is a bus terminal, where its condition is not in accordance to the expectations of the existing users of transport services in the area. The terminal is only used as a place of departure and arrival of passengers who use it as their travel origin and destination. Meanwhile, the inter-city buses that go across the province through the terminal never stop at the terminal. This is because such buses have picked up passengers in the front of ferry port. Passengers prefer to take the public transport in front of port because it is easier for them to choose kinds of transport that they want. The location of the port adjacent to the railway station is also not very strategic. In regards to these problems, this study is expected to indicate an ideal terminal design in accordance to the demand of the public on using the existing transportation services with intermodal terminal linkages. This is considering that the construction of the existing terminal was not based on an advance planning studies, so that the location is very far from train station and harbor. To achieve the goal, Geographic Information System (GIS) is used as a tool for visualization and analysis employed Multi-criteria Evaluation (MCE) to determine whether the new terminal will be better than the old terminal. In addition, the researcher also conducted an interview survey of transportation actors, in this case named as a community development perspective such as with operators, passengers, government and surrounding community. From the result of the study, it is showed that in accordance to the standard set by the Ministry of Transportation for the terminal type A which says that the minimum flow of vehicles is 50 - 100 vehicles / hour, assuming that the minimum of vehicles entering the terminal is 1,200 vehicles per day, the terminal has not meet this standard. The field data obtained show that vehicles entering the terminal are 130- 173 vehicles per day. It means that the number of entering vehicle is only 15% of the required number for terminal type A. As for public transport passengers up and down with the assumption that the load factor of public transport with 50% estimated for 1 (one) day to reach 60.000 people but from the data that there is a passenger in one day only 2.364 people, which means only 4% of people who use terminal. From these findings and also interviews with community of transport services users, operators, governments and communities, it is revealed that they want a new system that is more integrated, such as intermodal systems which provides greater benefits. They expect that any new bus terminal will be connected with the port and rail modes.
Kata Kunci : community development perspective, intermoda, multi-criteria evaluation