ANALISIS VARIABILITAS PENILAIAN BARANG MILIK NEGARA BERUPA TANAH (Studi pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Semarang)
Wahyu Warsono, Hj. Dra. Wahyu Hidayati, M.Si.,
2012 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPeningkatan optimalisasi pengelolaan kekayaan negara tidak dapat dilepaskan dengan kualitas penilaian atas kekayaan negara. DJKN harus mampu melakukan penilaian secara akurat dan akuntabel, dan sekaligus mampu menjadi rujukan dan pendorong berkembangnya profesi penilai di Indonesia. Hendaknya kualitas penilai DJKN harus selalu ditingkatkan seiring dengan meningkatnya kompleksitas, teknologi, dan permasalahan aset yang akan dinilai. Objek penelitian ini adalah hasil penilaian barang milik negara berupa tanah tahun 2008 di KPKNL Semarang yang menjadi underlying asset penerbitan surat berharga syariah. Penelitian ini menganalisis variabilitas hasil penilaian barang milik negara berupa tanah di KPKNL Semarang dengan tujuan untuk menganalisis akurasi penilaian dan keseragaman hasil penilaian sehubungan dengan rendahnya transparansi informasi sektor properti di Indonesia. Data sampel yang digunakan merupakan data kerat lintang yang terdiri dari 59 observasi hasil penilaian barang milik negara berupa tanah di KPKNL Semarang tahun 2008 yang berada di lima lokasi, yaitu Kota Salatiga, Kabupaten Grobogan, Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Temanggung. Dalam penelitian ini variabel yang dianalisis adalah kesimpulan nilai dan harga pasar hasil penilaian barang milik negara berupa tanah. Alat analisis yang digunakan yaitu 1) statistik deskriptif untuk mengetahui indikasi awal akurasi penilaian serta persebaran nilainya; 2) coefficient of dispersion (COD) untuk mengidentifikasi keseragaman penilaian dan 3) uji paired-samples t-test untuk menguji perbedaan antara kesimpulan nilai dan harga pasar. Hasil penelitian menunjukkan: 1) rasio penilaian barang milik negara berupa tanah yang menjadi underlying asset tahun 2008 adalah sebesar 0,84 secara keseluruhan. Rasio penilaian tersebut lebih rendah dari standar IAAO, yaitu antara 0,90 dan 1,10; 2) deviasi hasil penilaian sebesar -16,46 persen menurut perbedaan kotor dan 16,68 persen menurut perbedaan bersih, hal ini menunjukkan nilai wajar aset dinilai lebih rendah dari nilai pasar; 3) keseragaman penilaian masih rendah dengan hasil yang ditunjukkan oleh COD sebesar 30 persen.
The improvement of state asset optimization has a high correlation with its appraisal`s quality. DJKN has to be able to conduct an accurate and accountable`s valuation, becoming guidance and helping the development of valuer`s profession in Indonesia. The quality of valuers in DJKN should be improved since the more complicated problem in state assets and enhancing technologies. The object of this research is the result of state asset valuation in 2008 that also become underlying asset in issueing Surat Berharga Syariah Negara or sukuk. The purpose of this research is analyzing variability in output of state land appraisal in KPKNL Semarang to identify the accuracy and uniformity among the result due the low transparency of property market information in Indonesia. Sample data in this research is 59 observation, cross-section data from the result of state asset valuation in KPKNL Semarang at 2008 from five location, that is Kota Salatiga, Kabupaten Grobogan, Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Grobogan and Kabupaten Temanggung. In this research, variable that has been analyzed are appraisal value indication and market price. This research employs 1) descriptive statistics to get early indication of the variability among the appraisal accuracy and its dispersion; 2) coefficient of dispersion (COD) to identify the uniformity between appraisal ratio; dan 3) paired-samples t-test to test the difference between the appraisal value indication and market price. This research finding are: 1) overall appraisal ratio for state asset valuation that become underlying asset in 2008 is 0,84. This value is under the standard from IAAO, that lies between 0,90 and 1,10; 2) valuation deviation is -16,46 percent in gross difference and 16,68 percent in net difference, this result shows that fair value of asset is under valued; 3) appraisal uniformity is low that is reflected from the value of COD which reached 30 percent.
Kata Kunci : appraisal ratio, variabilitas penilaian, akurasi penilaian, tingkat penilaian, keseragaman, penilaian barang milik negara, surat berharga syariah negara, sukuk.