Laporkan Masalah

Konversi Hutan Sagu ke Lahan Sawah; Kasus Hutan Sagu Masyarakat Adat Suku Sahu Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara

YAFET G. TJANU, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Land conversion from sago forest into wet rice field had been conducted by the society of Sahu ethnic from 2003 to 2010, the difficulty to find new cultivated land for moving field, low economic sago value and new wet rice program offered to the society of Sahu ethnic caused such conversion. Such conversion did not only change sago forest space function, but also changed sago forest value, economic value, social cultural value, and ecological value. These research aims to (1) describe tendency to convert sago forest into wet rice field in sago forest of customary society of Sahu ethnic, West Halmahera Regency, North Maluku Province; (2) identify factors causing such conversion. There were was 327 ha of sago forest had been converted into wet rice field from total area of sago forest of 2500 ha.such conversion happened in subdistrict of Jailolo, Gamtala village, Toboso, Lolori, Idamdehe, and Hoku-Hoku Kie village and Akediri. The spatial pattern forms of conversion in location of Sahu and East Sahu sub-districts. Further, factors affecting the conversion were: (1) traditional farming systems of Sahu ethnic; (2) physical area; (3) societal response to conversion of sago forest; (4) involvement of government; (5) change in thinking pattern and cultural value; (6) food tenacity.

Konversi hutan sagu ke lahaan sawah telah dilakukan oleh masyarakat suku Sahu sejak tahun 2003 hingga tahun 2010, sulitnya lahan baru bagi peladangan berpindah-pindah, rendahnya nilai ekonomi sagu dan adanya program pengembangan sawah baru yang ditawarkan kepada masyarakat suku Sahu, menyebabkan hutan sagu di konversi ke lahan sawah. Aktivitas konversi ini tidak hanya merubah fungsi ruang hutan sagu tetapi juga merubah nilai hutan sagu, yakni nilai ekonomi, nilai sosial budaya, dan nilai ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kecenderungan konversi hutan sagu ke lahan sawah pada hutan sagu masyarakat adat suku Sahu. secara keruangan. 2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu terjadinya konversi hutan sagu ke lahan sawah pada hutan sagu masyarakat adat suku Sahu. Penelitian ini menemukan bahwa telah terjadi konversi hutan sagu ke lahan sawah sejak tahun 2003 sampai 2010 seluas 327 Ha dari total luas hutan sagu 2500 Ha, Perubahan yang terjadi di kecamatan Jailolo yakni lokasi desa Gamtala, lokasi Toboso, Lolori, Idamdehe, dan lokasi desa Hoku-hoku kie dan Akediri, dengan bentuk pola ruang tipe linier, Bentuk ruang empat persegi pada lokasi kecamatan Sahu dan Sahu Timur. Faktor yang mempengaruhi terjadinya konversi adalah: 1) sistem pertanian tradisional suku Sahu, 2) fisik kawasan, 3) respon masyarakat terhadap konversi hutan sagu, 4) keterlibatan pemerintah, 5) perubahan pola pikir dan perubahan nilai budaya, 6) ketahanan pangan.

Kata Kunci : conversion, sago forest, spatial change, cultural value.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.