Kajian Kebutuhan Luasan Terminal Penumpang Bandar Udara Pengumpan (Studi Kasus : Bandar Udara Tunggul Wulung, Cilacap)
JOKO TRIKANGKO, Dr. Eng. Imam Muthohar, S.T, M.T.,
2011 | Tesis | S2 Mag. S. & T.TransportasiMelonjaknya jumlah penumpang penerbangan menyebabkan terjadinya antrian dan desak-desakan di terminal penumpang baik di bandar udara pengumpul maupun pengumpan. Untuk itu perlu diketahui apakah standar luas terminal penumpang yang digunakan di Indonesia telah sesuai dengan kebutuhan dan berapa kebutuhan luas terminal penumpang sesuai dengan standar IATA, JICA dan FAA. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung kebutuhan luas fasilitas terminal dengan metode IATA, JICA dan FAA berdasarkan jumlah penumpang jam sibuk yang diperoleh dari jumlah penumpang tahunan yang telah ditetapkan dalam SKEP. Selanjutnya melakukan analisis kondisi eksisting Bandar Udara Tunggul Wulung meliputi : luasan, kapasitas, komposisi dan tata ruang masingmasing fasilitas pokok terminal penumpang. Hasil dari analisis menunjukkan kebutuhan luas terminal berdasarkan fasilitas pokok lebih besar dari standar SKEP yaitu sebesar 195,380 m2 lebih besar dari 120 m2 (25.000 penumpang per tahun) dan 363,543 m2 lebih besar dari 240m2 (50.000 penumpang per tahun). Komposisi terminal penumpang bandar udara Tunggul Wulung adalah luas fasilitas pokok sebesar 465 m2, luas fasilitas penunjang sebesar 45 m2 dan fasilitas komersial seluas 30 m2. Kapasitas terminal penumpang bandar udara Tunggul Wulung adalah 44 penumpang pada jam sibuk sehingga masih mampu untuk menampung jumlah penumpang saat ini yaitu 10 penumpang pada jam sibuk. Pengembangan terminal perlu dilakukan pada tahun 2013 karena jumlah penumpang jam sibuk telah mencapai 92 penumpang sehingga melebihi kapasitas terminal. Tahap I pengembangan terminal penumpang Bandar Udara Tunggul Wulung adalah seluas 1.826,659 m2 dan tahap II seluas 2.227,347 m2.
Increasing number of passengers cause queues and crowd at the passenger terminal either in the hub or spoke airport. For that to need known whether standards of passenger terminal area used in Indonesia has been in accordance with the needs and how many the needs of the passenger terminal area in accordance with standards IATA, JICA and the FAA. This research was conducted by calculating the needs of facilities terminal area by the method of IATA, JICA and the FAA based on the number of peak hours passengers derived from the number of annual passengers that have been set in SKEP. Then, conducted an analysis of existing conditions at Tunggul Wulung Airport includes: area, capacity, composition and layout of each main facilities of passenger terminal. The results of the analysis indicate broad needs of the terminal based on the main facilities is larger than the SKEP of 195.380 m2 is greater than 120 m2(25000 passengers per year) and 363.543 m2 is greater than 240 m2(50000 passengers per year). The composition of the passenger terminal Tunggul Wulung Airport is the main facilities area of 465 m2, supporting facilities covering an of 45 m2 and commercial facilities covering an area of 30 m2. Capacity of passenger terminal Tunggul Wulung Airport is 44 passengers at the peak hours so it is still able to accommodate the current number of passengers is 10 passengers at the peak hours. Development of the terminal needs to be done in 2013 because the number of passengers has reached 92 passengers at the peak hours so exceed the capacity terminal. Phase I development area of passenger terminal of Tunggul Wulung Airport is 1826.659 m2 and phase II is 2227.347 m2.
Kata Kunci : luas, terminal penumpang, jam sibuk, fasilitas pokok, kapasitas.