Laporkan Masalah

PENERAPAN ANALISIS STANDAR BELANJA ALOKASI BELANJA KEGIATAN BIMBINGAN ATAU PELATIHAN TEKNIS PADA PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO

Iswan Hamzah, S.Pd., Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA

2012 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model Analisis Standar Belanja (ASB) untuk memenuhi kewajaran anggaran belanja pada Kegiatan Bimbingan atau Pelatihan Teknis di pada Pemerintah Provinsi Gorontalo, menghitung total anggaran kegiatan bimbingan atau pelatihan teknis sesuai target kinerja tahun 2010 berdasarkan ASB, dan menilai kewajaran anggaran bimbingan atau pelatihan teknis tahun 2010 berdasarkan ASB. Penelitian ini dilakukan pada Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan metode penelitian dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan studi kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Pemerintah Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2010. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa model ASB yang dikembangkan dalam mengestimasi hubungan total belanja dengan rentang output atau input tertentu adalah baik dan memenuhi linieritas model sehingga dapat digunakan sebagai alat prediksi dalam menentukan kewajaran belanja kegiatan bimbingan atau pelatihan teknis di Pemerintah Provinsi Gorontalo. Adapun model ASB kegiatan bimbingan atau pelatihan teknis yang dihasilkan adalah Y = 57.000.000 + 316.000X. Hasil analisis kewajaran belanja atas 21 kegiatan bimbingan atau pelatihan teknis menunjukkan bahwa sebanyak 13 kegiatan mengalami underfinancing dan sebanyak 8 kegiatan mengalami overfinancing. Hal ini menunjukkan bahwa proses penganggaran yang dilakukan seringkali mengalami kelebihan/kekurangan dari jumlah belanja yang sewajarnya, sehingga dapat menyebabkan ketidakefisienan anggaran. Untuk tetap dapat digunakan pada tahun selanjutnya maka model ASB perlu dilakukan penyesuaian, dan dengan asumsi tingkat inflasi pada tahun 2011 sebesar 20 persen maka dapat ditentukan belanja tetap dan belanja variabel untuk tahun anggaran 2011 yakni: (1) belanja tetap sebesar Rp68.400.000.-, dan (2) belanja variabel sebesar Rp379.000X (di mana X adalah pengendali belanja).

This study was conducted to decide a model of Standard Analysis of Expenses (ASB : Analisis Standar Belanja) to fulfill the normality of expensing budget in the guidance activity or technical training in the government of the province of Gorontalo, to calculate total budgets of the guidance activity and technical training according to the target of performance of 2010 based on ASB, and to assess the normality of the budget of the guidance or technical training in 2010 based on ASB. This study was implemented in the government of the province of Gorontalo using the method of research conducted by two approaches: library research and field research. The used data in this study was the secondary data, that was the document of implementation of budget of work unit in provincial equipment (DPA-SKPD : Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah) issued by the government of the province of Gorontalo, budgeting year of 2010. The study results showed that the ASB model developed to estimate the relationship total expenses and certain output or input ranges was good and has completed a model of linearity so it could be used as a predictor to decide the normality of expense in guidance activity or technical training in the government of the province of Gorontalo. Whereas, the resulted ASB model of the guidance activity or technical training was Y = 57.000.000 + 316.000X. The result of analysis of the normality of expense in 21 guidance activities or technical training showed that there were 13 activities experienced underfinancing and 8 activities experienced overfinancing. These showed that the conducted process of budgeting experienced oftenly surplus/minus of the normal expense number, so that it caused inefficiency of budget. In order to be used in the next year, ASB model needs to be customized, and by assumption of the inflation level in 2011 was 20 percent, it could be decided the fixed expense and the variable expense of the budgeting year of 2011: (1) fixed expenses of Rp68.400.000,- and (2) variable expenses of Rp379.000X (where X was expense control).

Kata Kunci : analisis standar belanja, kewajaran belanja, underfinancing, overfinancing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.