Laporkan Masalah

MANAJEMEN PERENCANAAN PEMONDOKAN HAJI

Muhammad Nasikh, Drs., Dr. Ely Susanto, MBA.,

2011 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pemondokan haji di Arab Saudi pada penyelenggaraan haji tahun 1432 H/2011 M, dan mesdeskripsikan hubungan antara perencanaan pemondokan haji di Arab Saudi dengan hasil dan pelayanan pemondokan haji, serta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat penyelenggara haji Indonesia untuk menyediakan pemondokan haji di Arab Saudi yang layak dan baik. Penelitian ini dilakukan pada perencanaan pemondokan haji Indonesia di Arab Saudi pada penyelenggaraan haji tahun 1432 H/2011 M dan hubungannya dengan hasil dan pelayanan pemondokan haji di Arab Saudi, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data: telaah dokumen dan wawancara. Wawancara dilakukan untuk mendalami dan mengungkap lebih jauh atas dokumen dan data yang ada serta untuk mencari data pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Pada musim haji tahun 1432 H/2011 M, Direktorat Pelayanan Haji, selaku penanggungjawab pelayanan pemondokan di Arab Saudi, belum menyusun perencanaan strategis pemondokan haji di Arab Saudi; (2) Pada musim haji tahun 1432 H, Perencanaan Pemondokan Haji di Arab Saudi disusun oleh beberapa unit kerja Kementerian Agama RI dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah; (3) Perencanaan Pemondokan Haji tahun 1432 H/2011 M disusun dengan mengunakan pendekatan Performance Improvement Planning (PIP). Dari segi tahapan dan langkahnya lebih mendekati pada proses pentahapan pada pendekatan Peningkatan Kerja atau Prestasi Kerja. Sedang dari segi caranya, dilakukan dengan cara membentuk team planning atau membentuk sebuah kepanitiaan; (4) Hasil penyewaan pemondokan haji tahun 1432 H sesuai target : di Madinah 100 % di markaziah berjarak maksimal 500 meter dengan Masjid Nabawi. Di Makkah 93 % (287 rumah) dengan jarak maksimal 2.000 meter dan 7 % (31 rumah) pada jarak 2.500 meter dengan Masjidil Haram; (5) Dari aspek jarak pemondokan dengan Masjidil Haram/Masjid Nabawi, hasil penyewaan pemondokan haji tahun 1432 H, terjadi peningkatan yang signifikan bila dibandingkan dengan hasil penyewaan pemondokan pada tahun 1431 H berjarak maksimal 4.000 meter dan tahun 1430 H berjarak maksimal 7.000 meter; (6) Dari aspek kualitas dan jarak di Madinah, tidak ditemukan problematika, permasalahan dan keluhan dari jamaah haji tahun 1432 H. Sementara di Makkah, masih memunculkan permasalahan dan keluhan dari jamaah haji tahun 1432 H/2011 M. Hal ini disebabkan antara lain: belum adanya standarisasi kualitas rumah di Makkah; sangat variatifnya kualitas kamar dan kualitas bangunan; dan adanya perbedaan cara pengukuran antara Baladiah, Tim Penyewaan dan jamaah haji tahun 1432 H/2011 M; (7) Adanya problematika, permasalahan dan keluhan dari jamaah haji tahun 1432 H tentang pemondokan di Makkah, bukan semata-mata karena proses perencanaanya yang tidak bagus, akan tetapi demand & supply rumah di Makkah tidak seimbang antara kebutuhan dengan penyediaan rumah.

This study aimed to describe the planning of Hajj accommodation in Saudi Arabia in 1432 H/2011 M, and describe the relationship between lodging planning of hajj in Saudi Arabia and the hajj lodging services and the result, as well as to determine any factors that support and hinder the Indonesian Hajj organizers to provide a good hajj accommodation in Saudi Arabia. This study was conducted on lodging planning of Indonesia hajj in Saudi Arabia in 1432 H/2011 M Hajj operation. The data were collected by document review and interviews. Interviews were conducted to explore and uncover further on the document and the existing data and to search for the comparable data. The results of this study indicated that (1) In the hajj season 1432 H/2011 M , Hajj Services Directorate which responsible for accommodation in Saudi Arabia did not yet arrange a strategic planning of Indonesia hajj lodging in Saudi Arabia; (2) In the hajj season of 1432 H / 2011 M, hajj lodging Planning in Saudi Arabia was arranged by several working units under the coordination of the Directorate General of Organization of Hajj and Umrah of Ministry of Religious Affairs; (3) the accommodation planning in the 1432 H/2011 M was arranged using the Performance Improvement Planning (PIP) approach. The stages and steps of the approach were closer to the process of phasing in the work performance or work improvement approach. The planning was carried out by forming a planning team or committee; (4) The results of the 1432 H/2011 M Indonesia hajj lodging rental was fit with the target, those were 100% in the markaziah in Medina with a maximum distance 500 meters from the Prophet's Mosque. In Mecca, 93% (287 homes) were in the areas with a maximum distance of 2,000 meters and 7% (31 homes) were at the areas that had a distance of 2,500 meters from Masjidil Haram; (5) In the view of a distance of lodging from the Grand Mosque / the Prophet's Mosque, there was a significant increase when compared with the results of accommodation rental in 1431 H/2010 M within a maximum of 4,000 meters and the year 1430 H/2009 M within a maximum of 7,000 meters; (6) there was no problem in the aspect of quality and distance of lodging in Medina, and no complaints from the pilgrims in 1432 H/2011 M. Meanwhile there was raising concerns and complaints from the pilgrims in 1432 H/2011 M in Mecca. This was due to the lack of standardization of homes quality in Mecca; the various of quality of the rooms and the constructions; and the difference in measurement way between Baladiah, the rental team and the pilgrims in 1432 H/2011 M; (7) The existence of problems, issues and complaints from the pilgrims in 1432 H/2011 M accommodation in Mecca, not solely because of the planning process that was not good, but more due to the limited house near the Masjidil Haram; houses demand and supply in Mecca that was not balanced, and the many problems that arise every year in Saudi Arabia that due to frequent changes in policy as well as the physical conditions around the Masjidil Haram. 

Kata Kunci : Haji, Pondokan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.