ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN BELANJA DAERAH DI KABUPATEN SUMBAWA (STUDI KASUS : BELANJA DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN, 2010)
Kaharuddin, Prof. Dr. Abdul Halim, MBA., Akt.,
2012 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenyerapan belanja daerah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan dapat dijadikan ukuran kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan daerah. Penyerapan belanja Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan di Kabupaten Sumbawa tahun anggaran 2010 hanya sebesar 27,66 persen yang menunjukkan gejala adanya gangguan dalam siklus anggaran daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penyerapan belanja Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan di Kabupaten Sumbawa tahun anggaran 2010 dan menganalisis hasil identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan belanja Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan di Kabupaten Sumbawa tahun anggaran 2010. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan teknik purposive sampling dan juga dilakukan wawancara tak berstruktur. Untuk mengidentifikasi faktor digunakan analisis faktor eksploratori dan untuk menganalisis hasil identifikasi faktor digunakan analisis diskriptif kualitatif. analisis faktor menunjukkan bahwa terdapat 5 faktor yang Hasil mempengaruhi penyerapan belanja Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan di Kabupaten Sumbawa tahun anggaran 2010 yaitu faktor regulasi, faktor pelaksanaan anggaran, faktor kapasitas sumber daya manusia, faktor penganggaran daerah, dan faktor pengawasan. Hasil analisis deskriptif kualitatif menunjukkan bahwa faktor regulasi yang berupa: peraturan yang sering mengalami perubahan, petunjuk teknis yang terlambat dan permasalahan sosialisasi petunjuk teknis, serta ketidakjelasan mekanisme pelaksanaan DAK menghambat penyerapan Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan. Faktor pelaksanaan anggaran yang berupa: penyusunan DPA-SKPD yang cukup lama, revisi DPA-SKPD yang berulang-ulang, kurangnya koordinasi antar SKPD terkait, proses penyaluran DAK yang rumit, serta lamanya proses pengadaan barang/jasa menghambat penyerapan DAK bidang pendidikan. Faktor kapasitas sumber daya manusia yang berupa: kurangnya pemahaman, kurangnya bimbingan teknis/pelatihan, kurangnya jumlah SDM, dan belum adanya penghargaan dan sanksi yang tegas menghambat penyerapan belanja Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan. Faktor penganggaran daerah yang berupa: terlambatnya penetapan Perda APBD, dan tumpang tindih anggaran menghambat penyerapan belanja Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan. Faktor pengawasan yang berupa: partisipasi masyarakat yang masih kurang, dan lemahnya pengawasan oleh aparatur pengawas internal pemerintah juga menghambat penyerapan belanja Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan.
Realization of regional expenditure which sourced from the specific allocation fund in the education sector could be used as benchmarks of regional government performance in management of regional finance. Realization of specific allocation fund in education expenditure on Sumbawa Regency in 2010 period only 27,66 persen showed symptoms of a disturbance in the local budget cycle. The research objective is to identify the determinant factors realization of specific allocation fund expenditure in the education sector in Sumbawa Regency in 2010 period, and analyze the result of identification the determinant factors realization of specific allocation fund expenditure in the education sector in Sumbawa Regency in 2010 period. Data were collected through questionnaires using purposive sampling techniques and by conducting unstructured interviews. To identify the factors used exploratory factor analysis and to analyze the results of factor identification used descriptive qualitative analysis. realization The results of factor analysis showed that there are 5 factors affecting the of the specific allocation fund expenditure in the education sector in Sumbawa Regency in 2010 period are regulatory factor, budget execution factor, human resource capacity factor, budgeting factor, and controlling factor. The results of qualitative descriptive analysis shows that regulatory factors which include: regulations often change, late of technical guidance, socialization problems, and obscurity mechanism execution of DAK hinder the realization of the specific allocation fund expenditure in education sector. Budget execution factor which include: the preparation of DPA-SKPD too long, the revised DPA- KPD repetitive, lack of coordination among related SKPD, DAK distribution process is complicated, and duration of the procurement process of goods/services hinder the realization of specific allocation fund expenditure in education sector. Human resource capacity faktor which include: a lack of understanding, lack of technical assistance/training, lack of human resources, and lack of rewards and punishment are expressly hinder the realization of a specific allocation fund expenditure in education sector. Budgeting factors which include: delays in determination of budget legislation, and the overlapping of the budget hinder the realization of specific allocation fund expenditure in education sector. Controlling factor which include: lack of public participation, and weak supervision by the regulatory apparatus of internal government also hinder the realization of specific allocation fund expenditure in education sector.
Kata Kunci : Belanja daerah, belanja Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan, analisis faktor, regulasi, pelaksanaan anggaran, kapasitas sumber daya manusia, penganggaran daerah, pengawasan, Kabupaten Sumbawa.