ANALISIS PENGELOLAAN KAS DAERAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (Studi di Pemerintah Kota Padang Panjang Tahun 2010)
Rafni Yenti, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A.
2012 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kas di Pemerintah Kota Padang Panjang dan untuk mengetahui potensi-potensi yang belum termanfaatkan dalam pengelolaan kas daerah serta untuk menentukan besarnya potensi peningkatan pendapatan asli daerah melalui manajemen kas. Dalam hal mengoptimalkan pemberdayaan idle cash dilakukan melalui portofolio berdasarkan tingkat suku bunga pada Bank Nagari, BNI, BRI dan BSM serta memanfaatkan masa pembayaran pajak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, data primer merupakan wawancara dan data sekunder berupa realisasi APBD Pemerintah Kota Padang Panjang Tahun 2010, laporan realisasi APBD Pemerintah Kota Padang Panjang Tahun 2010 dan tingkat suku bunga bank tahun 2010 serta neraca awal Pemerintah Kota Padang Panjang Tahun 2010. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Untuk Metode kuantitatif menggunakan formula pendekatan anggaran kas sesuai konsep Building Institutions for Good Governance (BIGG) 2002, yaitu menggunakan data arus kas masuk dan arus kas keluar dari laporan bulanan realisasi APBD sebagai dasar penyusunan anggaran kas. Idle cash dapat dicari dengan mengurangi saldo kas akhir dengan saldo kas minimal sebagai cadangan. Metode kualitatif yaitu untuk mengetahui persepsi pejabat dan anggota DPRD Kota Padang Panjang dalam penerapan manajemen kas sebagai alternatif untuk peningkatan PAD. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa pemerintah Kota Padang Panjang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa harus membebani rakyat dan tidak melanggar peraturan, dengan optimalisasi yang dilakukan diperoleh potensi pendapatan dari pemanfaatan Idle cash melalui investasi jangka pendek dalam bentuk deposito/DOC untuk Tahun 2010 adalah sebesar Rp8.165.193.503. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen kas mempunyai potensi dalam meningkatkan PAD.
This research aim is to analyze cash management in the City Governmant of Padang Panjang, to identify potencies unused for managing the local cash, and to determine magnitude of local increased income potency through the cash managemen. In terms of optimizing the empowerment of idle cash is done through a portfolio based on the interest rate on Bank Nagari, BNI, BRI and BSM as well as take advantage of future tax payments. Data used in this study were primary and secondary data.The former were data of interviews, the latter were data APBD realization of the City Government of Padang Panjang in 2010, monthly report of APBD realization of the City Government of Padang Panjang in 2010, and interest rate of bank, as well as early balance sheet og the City Government of Padang Panjang in 2010.Analytical methods used in this study were quantitative and qualitative methods. For a quantitative method using a formula approach to the cash budget according to the concept of Building Institutions for Good Governance (BIGG) 2002, the formed used data of inflow and outflow cash data og monthly report of APBD realization as basic cash budget arrangement. Idle cash might be found by reducing final cash banlance by minimal cash balance as reserves.The latter was to know the perception of officials and legislators in the city of Padang Panjang application of cash management as an alternative to increase revenue. Based on results of data analysis, it could be found that the City Government of Padang Panjang was able to increase Local Original Income (PAD) without incurring society and breaking law, be obtained by optimizing the potential income from the utilization of idle cash through short-term investments in the form of deposits / DOC for 2010 was Rp8.165.193.503. Results of these studies show that cash management has the potential to increase PAD
Kata Kunci : Pengelolaan kas (Manajemen kas), Idle Cash, Pendapatan Asli Daerah (PAD)