AGIHAN HUJAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP BANJIR RANCANGAN
Mutia Prasetya Chusni Putri, ST, Dr. Ir. Sri Harto Br., Dip. H.
2012 | Tesis | S2 Teknik SipilUntuk mendapatkan hidrograf banjir rancangan dapat diperoleh dengan metode hidrograf satuan. Masukannya berupa agihan hujan rancangan sebagai fungsi waktu. Penetapan agihan hujan tersebut perlu data mengenai lama hujan serta pola agihan hujannya yang diperoleh dari penelitian terhadap data hujan otomatik. Namun apabila tidak tersedia data tersebut maka dapat diatasi dengan menggunakan agihan hujan pendekatan. Penetapan lama hujan dan pola agihan hujan menggunakan cara pendekatan tersebut apabila tidak tepat dapat menghasilkan debit banjir rancangan yang terlalu overestimated ataupun underestimated. Pada penelitian ini, pendekatan agihan hujan dan lama hujannya menggunakan model agihan hujan Tadashi Tanimoto, Alternating Block Method (ABM) dan pola agihan hujan dari peneliti lain yaitu Edy Sukoso (2004), Ika Tyasning Yudiyanti (2006) dan Sobriyah (2003) yang akan diaplikasikan pada DAS Progo, Bogowonto, Kupang, Pemali dan Lusi. Ketelitiannya dapat dilihat dari penyimpangan debit banjir rancangan yaitu perbandingan debit banjir rancangan dari agihan dan lama hujan dengan debit banjir rancangan terukur dari analisis frekuensi. Hasil banjir rancangan untuk seluruh agihan hujan dengan menggunakan lama hujan terukur DAS yang ditinjau menunjukkan bahwa penyimpangan terkecil untuk DAS Progo adalah Tadashi Tanimoto, untuk DAS Bogowonto adalah agihan hujan DAS Bogowonto, untuk DAS Kupang adalah agihan hujan Ika Tyasning Yudiyanti di Sub DAS Wuryantoro, untuk DAS Pemali adalah agihan hujan ABM dan untuk DAS Lusi adalah agihan hujan Ika Tyasning Yudiyanti di Sub DAS Temon. Agihan hujan yang memberikan debit rancangan yang paling overestimated pada DAS Progo, Pemali, Kupang adalah ABM dan untuk DAS Lusi adalah agihan hujan Envelope curve atas sedangkan yang paling underestimated pada DAS Progo adalah agihan hujan Ika Tyasning Yudiyanti di Sub DAS Temon dan untuk DAS Bogowonto, Kupang, Pemali adalah agihan hujan Ika Tyasning Yudiyanti di Sub DAS Alang.
The designed flood hydrograph can be found with certain return period using a unit hydrograph method. It needs the inputs of designed rainfall in the form of rainfall distribution as a time function. Determining the designed rainfall distribution needs data on rainfall duration and hourly distribution pattern, which can be collected by conducting a study on automatic rainfall data. However, if the data required were not available in the observed region, a rainfall distributionbased approach can be applied. The inappropriate determination of rainfall duration and rainfall distribution pattern using the approach can cause either overestimated or underestimated results of designed discharge, which are not expected in each designing process. In the study, the rainfall distribution-based approach and its rainfall duration used Tadashi Tanimoto rainfall distribution model, Alternating Block Method (ABM) and rainfall distribution patterns from other researchers including Edy Sukoso (2004), Ika Tyasning Yudiyanti (2006) and Sobriyah (2003) that can be applied in the observed catchments, i.e. Progo, Bogowonto, Kupang, Pemali and Lusi. The accuracy of rainfall distribution used was seen from the deviation of designed flood obtained from its comparison with the observed designed flood discharge from the frequency analysis. Result of the analysis on all the rainfall distributions and rainfall duration shows that for Progo at Badran the smallest deviation was Tadashi Tanimoto, for Bogowonto at Pungangan it was the rainfall distribution of Bogowonto, for Kupang at Kuripan Kidul it was Ika Tyasning Yudiyanti rainfall distribution in Wuryantoro subcatchment, for Pemali at Bantarkawung it was ABM rainfall distribution, and for Lusi at Tawangharjo it was Ika Tyasning Yudiyanti rainfall distribution in Temon subcatchment. Rainfall distribution indicating the mostly overestimated designed discharge in Progo, Pemali and Kupang was ABM, and that in Lusi was Envelope curve rainfall distribution. Result of the underestimated discharge in Progo catchment was Temon subcatchment rainfall distribution and for Bogowonto, Kupang and Pemali catchments was Alang subcatchment rainfall distribution.
Kata Kunci : lama hujan, profil hujan, Envelope curve.