Laporkan Masalah

TANGGAPAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) TERHADAP SALINITAS

WELIANTO BOBOY, Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa,

2012 | Tesis | S2 Agronomi

Salinitas berpengaruh negatif terhadap karakter fisiologis, pertumbuhan dan hasil tanaman. Salah satu cara untuk mereduksi pengaruh negatif salinitas terhadap hasil tanaman adalah dengan melakukan budidaya tanaman yang adaptif. menentukan tingkat Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh salinitas air siraman dan kultivar terhadap sifat fisiologis, pertumbuhan dan hasil tomat, toleransi dan mekanisme toleransi tiga kultivar tomat yang dibudidayakan pada kondisi salin. Penelitian menggunakan rancangan perlakuan petak terpisah 3 x 3 dengan 3 blok sebagai ulangan. Petak utama adalah DHL air siraman terdiri dari 3 aras yaitu 0 (kontrol), 2,5 dS.m -1 (salinitas rendah) dan 5,0 dS.m -1 (salinitas sedang). Anak petak adalah kultivar yaitu Rempai, Royal dan Permata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tomat yang disiram dengan air salin (salinitas rendah dan salinitas sedang) mengalami penurunan pertumbuhan dan hasil dibanding air siraman non salin. Rempai menunjukkan penurunan pertumbuhan dan hasil yang lebih rendah diikuti Permata dan Royal pada pemberian air salinitas rendah dan salinitas sedang. Pada kondisi cekaman salinitas, Rempai menunjukkan indeks sensitivitas stres lebih rendah, indeks toleransi stress dan indeks stabilitas hasil lebih tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa Rempai lebih tahan pada cekaman salinitas dibanding Permata dan Royal. Strategi adaptasi 3 kultivar tomat pada kondisi salin adalah menghindar (menurunkan laju transpirasi, menurunkan laju konduktivitas stomata, daun menjadi lebih tebal, peningkatan rasio akar-tajuk dan peningkatan rasio K/Na) dan toleransi (sintesa prolin dan sukrosa).

Salinity negatively affects to the physiological traits, growth and yield of crops. It can be reduced by planting adaptive plants as a method to overcome. The research were to study the effects of saline water gradient to three cultivars of tomato to its physiological traits, growth and yields, and to determine the level and mechanism tolerance of the three tomato cultivars grown in saline conditions. Split plot was used with three replications in each treatment. The main-plots were three levels saline water gradient: 0 dS.m -1 (control), 2.5 dS.m -1 (a low level), and 5.0 dS.m -1 (a moderate level). The sub-plots were three different tomato cultivars: Rempai, Royal and Permata. The result showed that saline water gradient (2.5 and 5.0 dS.m -1 ) reduced the physiological traits, growth and yield of the three tomato cultivars. The decrease of growth and yields in Rempai was lower than two other cultivars, Royal and Permata, due to the slightingly and moderately saline water gradient. In salinity stress, Rempai was lower in the stress sensitivity indices, and higher in the stress tolerance and yield stability indices, and it indicated that Rempai was more resistant than Permata and Royal against to salinity stress. The adaptation strategies of three cultivars of tomato in saline conditions were avoidance (reducing transpiration rate and stomata conductivity, thickening leaves, and increasing root-shoot and K/Na ratio) and tolerance (synthesis proline and sucrose).

Kata Kunci : tomat, salinitas, pertumbuhan, hasil, mekanisme ketahanan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.