Laporkan Masalah

STUDI POLA PEWARISAN KETAHANAN JAGUNG (Zea mays) TERHADAP KERACUNAN ALUMINIUM PADA TANAH MASAM

Nuning Argo Subekti, SP.,M.Sc., Prof. (Emer). Dr. ir. Woerjono Mangoendidjojo, M.Sc.

2012 | Disertasi | S3 Ilmu Pemuliaan Tanaman

Perakitan varietas jagung tahan keracunan A1 memerlukan informasi mengenai gen penendali sifat ketahananny. Identifikasi tipe dan komponen aksi gen pengendali penting untuk menentukan pendekatan metode pemuliaan yang paling tepat dalam perakitan varietas tahan. Penelitian ini mempelajari pendugaan komponen aksi gen utama yang berperan dalam pewarisan ketahanan terhadap keracunan A1 melalui evaluasi hasil persilangan diallel sebagian yang melibatkan 5 galur tahan dan 5 galur peka pada tanah masam dan tanah netral. Penelitian dilaksanakan di tiga lokasi yaitu Banguntapan, Bantul (DIY), Maros (Sulawesi Selatan) dan Sitiung, Dharmasraya (Sumatera Barat) mulai tahun 2007 sampai 2009. Parameter hasil biji digunakan sebagai tolok ukur ketahanan dari setiap pasangan persilangan. Hasil analisis menunjukkan interaksi genotipe x lingkungan yang signifikan dan ditinjau dari pengaruh daya gabung dari tiap genotipe yang diuji terlihat bahwa aksi gen aditif lebih berperan dalam pewarisan ketahanan terhadap keracunan A1. Galur AST 1042-69 menunjukkan pengaruh daya gabung umum tertinggi sehingga tetua ini dapat dipilih sebagai penguji (tester) terbaik untuk digunakan dalam perakitan varietas tahan keracunan A1, sedangkan berdasarkan pengaruh daya gabung khusus tertinggi yang diperlihatkannya, persilangan AST 1042-22 x AST 1042-69 x G-180, dan AST 1042-69 x Nei-9008 merupakan hibrida-hibrida yang prospektif untuk diperbaiki dan dikembangkan lebih lanjut sebagai materi seleksi tahan keracunan A1.

Breeding for Al tolerant maize varieties requires preliminary identification of type and components of gene action controlling the trait. It is important to understand the gene action before one could decide the most appropriate breeding method for tolerance to Al toxicity. The present study aimed to estimate the predominant gene action controlling the tolerance to Al toxicity in mize population developed from a partial diallel involving tolerant and sensitive inbred lines of five each evaluated at acid and non-acid environments. The experiment was carried out at three locations, i.e, Banguntapan, bantul (DIY), Maros (South Sulawesi) and Sitiung, Dhamasraya (West Sumatera) from 2007 to 2009. The tolerance was assessed based on the performance per se of grain yield. The results revealed genotype x environment interactions and AST 1042-69 was found to be best general combiner or tester for population improvement towards Al toxicity tolerance. Specifically for the hybrids resulted from the crosses of AST 1042-22 x AST 1042-70, AST 1042-69 x G-180 and AST 1042-69 x Nei-9008 could be improved further as promising tolerant hybrids to Al toxicity, based on their relatively higher estimates of specific combining ability.

Kata Kunci : jagung, diallel, tanah masam


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.