EFEKTIVITAS PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KEMENTERIAN DALAM NEGERI (Studi Implementasi Kebijakan pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri)
URKANUS SIHOMBING, Prof. Dr. Miftah Thoha
2012 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikDalam Pembukaan Undang-Pembukaan Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah dirumuskan bahwa salah satu tujuan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesiaâ€. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki kewajiban untuk melindungi kehidupan seluruh warga negara Indonesia dan agar pelaksanaan kewajiban tersebut dapat mencapai tujuan dan sasaran, maka dibutuhkan ketersediaan data penduduk yang akurat melalui administrasi kependudukan. Ketersediaan data penduduk yang akurat memungkinkan pemerintah dapat mengetahui dengan benar dan jelas identitas dan jumlah penduduk termasuk status pribadi dan status hukum setiap Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa penting yang dialami oleh Penduduk yang berada di dalam dan/atau di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bila dicermati secara empiris keadaan pengelolaan administrasi kependudukan hingga saat ini, pemerintah masih menghadapai permasalahan, antara lain: penyalahgunaan identitas Kartu Tanda Penduduk antara lain: KTP Palsu atau KTP Ganda sehingga data jumlah penduduk yang akurat semakin sulit diwujudkan. Apabila masalah ini tidak diatasi secara efektif, maka dapat berimplikasi pada tidak akuratnya data penduduk dalam skala daerah maupun skala nasional dapat mengakibatkan pelaksanaan kebijakan publik tidak efektif dan berbagai program dan kegiatan pemerintahan dan pembangunan kurang optimal dalam upaya pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah harus mengambil kebijakan dan langkah-langkah strategis dengan membangun dan mendayagunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan atau teknik penelitian deskriptif. Sumber data atau informan dalam penelitian ini berasal dari unsur Pejabat dan staf pada Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Penentuan jumlah sumber data (informan) dalam penelitian ini berdasarkan pada teknik snow balling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Triangulasi. Hasil analisis atas data dan pelaksanaan sistem informasi administrasi kependudukan, disimpulkan bahwa pelaksanaan sistem informasi administrasi kependudukan belum menghasilkan data penduduk Indonesia yang akurat, yang ditunjukkan dari data ganda sebanyak 7.078.538 jiwa dan selisih data total jumlah penduduk versi Kemendagri sebanyak 259.940.857 jiwa dan BPS sebanyak 237.556.363 jiwa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa efektivitas sistem informasi administrasi kependudukan belum optimal. Belum optimalnya efektivitas pelaksanaan SIAK disebabkan oleh: secara internal, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencattan Sipil masih menghadapi kendala dalam keterbatasan sumber daya dan dana, khususnya untuk mendukung pengadaan peralatan teknologi informasi dan komunikasi serta kompetensi sumber daya manusia aparatur. Keterbatasan tersebut membawa implikasi pada tugas pembinaan dan fasilitasi yang wajib dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil kepada Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota; Kerjasama antar instansi pemerintah di pusat dalam rangka melaksanakan mendayagunakan sistem informasi administrasi kependudukan masih terbatas pada aspek teknis, belum menjangkau pada sinergitas kebijakan dan program yang bernilai strategis sehingga menjadi prioritas bagi seluruh Kementerian/Lembaga di Pusat dalam koordinasi Kementerian Dalam Negeri; Peran Pemda belum optimal dalam mensukseskan pelaksanaan sistem informasi administrasi kependudukan di daerah yang merupakan bagian integral dari sistem informasi administrasi kependudukan di pusat. Belum optimalnya peran Pemda dimaksud ditunjukkan dari belum tingginya komitmen dukungan dalam pengalokasian anggaran pendukung maupun penyediaan dan optimalisasi kapasitas kelembagaan yang mengelola data kependudukan dan pencatatan sipil di Kabupaten/Kota.
In the opening UUD 1945 Republic Indonesia  has been formulated that one of the aims of the formation of the state of oneness of the Republic of Indonesia is protect and all the people of Indonesia and the whole spill blood Indonesia . It showed that the Indonesian government has the obligation of to protect the biosphere all the people of Indonesia country and in order for the execution of the obligation is able to accomplish a purpose and target , hence it takes availability of data inhabitant of being accurate through the administration of demography . Availability of data inhabitant of being accurate allow the government can know correctly and clear the identity and the number of inhabitants including the status of personal and the legal status any event demography and important event that is experienced by inhabitant of who are inside and / or outside an area of the state of oneness of the Republic of Indonesia . When scrutiny empirically state management of the administration of the settlement to the present, the Government is still confront issues, inter alia: Identification Card identity abuse include: the fake ID CARD or ID CARD Doubles so an accurate population data, the more difficult it is manifested. If the problem is not addressed effectively, then it can not accurate situational data population in regional or national scale scale can lead to the implementation of public policy is not effective and a variety of programs and activities of Government and development less than optimal in an effort of public service and improving the welfare of society. Therefore, the Government should take the policy and strategic measures to build and leverage existing Information System of population Administration, as the implementation of UU No. 23/2006  about the administration of the Population. This research uses qualitative research design approach or a descriptive research techniques. The data source or the informant in this research comes from the officials and staff at directorate generals (Ditjen) Population and Civil Registry of the Ministry of the Interior. Determination of the amount of source data (the informant) in the research is based on the technique of snow balling. Techniques of data collection is carried out by observation, interview and documentation. Data analysis technique that is used is the method of Triangulation. Results of the analysis of data and implementation of information system of population administration, concluded that the implementation of the settlement administration information system has not resulted in an accurate population data for Indonesia, which was shown from multiple data as much as 7.078.538 inhabitants and a total population of difference in the data Kemendagri 259.940.857 version as much as the soul and the BPS as much as 237.556.363 inhabitants. Thus, it can be inferred that settlement administration information system effectiveness yet optimÂ
Kata Kunci : Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, kementrian dalan negeri