ANALISIS BIAYA PEMELIHARAAN KENDARAAN BERMOTOR PADA PEMERINTAH KOTA PEKALONGAN 2008 - 2010
Mariyatul Kiptiyah, Dr. Soeratno, M.Ec.,
2012 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengelola aset daerah secara optimal. Kewenangan pengelolaan tersebut disertai dengan adanya tanggung jawab pemeliharaan aset, sehingga peranan pemeliharaan aset khususnya kendaraan bermotor sangat penting. Mengingat biaya pemeliharaan kendaraan bermotor Pemerintah Kota Pekalongan cukup besar, maka perlu dilakukan perencanaan pemeliharaan kendaraan bermotor sehingga tujuan pemeliharaan dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya biaya pemeliharaan kendaraan bermotor dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pemeliharaan kendaraan bermotor pada Pemerintah Kota Pekalongan. Variabel dependen adalah biaya pemeliharaan kendaraan bermotor dengan variabel independen yaitu nilai kendaraan bermotor dan jumlah kendaraan bermotor. Data yang digunakan adalah data panel dari 16 (enam belas) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kota Pekalongan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan regresi data panel dengan metode Fixed Effect. Hasil analisis menunjukkan bahwa besarnya biaya pemeliharaan kendaraan bermotor/tahun pada 16 (enam belas) SKPD Pemerintah Kota Pekalongan selama tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 rata-rata adalah sebesar Rp258.655.720,00 dengan alokasi belanja bahan bakar minyak/gas dan pelumas rata-rata sebesar 57,54 persen, belanja penggantian suku cadang rata-rata sebesar 24,84 persen, dan belanja jasa servis rata-rata sebesar 17,62 persen. Adapun pencapaian realisasi biaya pemeliharaan kendaraan bermotor rata-rata sebesar 94,87 persen dari anggarannya. Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa variabel nilai kendaraan bermotor dan jumlah kendaraan bermotor mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap biaya pemeliharaan kendaraan bermotor.
Local Government has an authority to manage local assets in an optimal manner. The authority of management is accompanied by the responsibility of asset maintenance, so the role of asset management, particularly motor vehicles, is very important. Considering that motor vehicle maintenance cost in the Municipal Government of Pekalongan is large, the planning of motor vehicle maintenance is required to do in order that the objective of the maintenance can be achieved. The objectives of this study are to analyze the amount of motor vehicle maintenance cost and to identify factors influencing motor vehicle maintenance cost in the Municipal Government of Pekalongan. The dependent variable was motor vehicle maintenance cost, and the independent variables were the value and the number of motor vehicles. Data used were panel data from 16 SKPD in the Municipal Government of Pekalongan during 2008-2010. Analysis instrument used was a descriptive qualitative analysis and a panel data regression using the Fixed Effect Method. Result of the analysis shows that the amount of motor vehicle maintenance cost per year in 16 SKPD of the Municipal Government of Pekalongan from 2008 to 2010 was IDR258.655.720,00 in average, where the allocation of spendings for fuels/gases and lubricants was 57.54 percent, assembly substitutions was 24.84 percent, and service was 17.62 percent in average. The achievement of realization for motor vehicle maintenance was 94.87 percent in average of all the budgets. Result of the panel data regression indicates that the value of motor vehicle and the number of motor vehicle have significant positive effects on motor vehicle maintenance cost.
Kata Kunci : biaya pemeliharaan kendaraan bermotor, analisis deskriptif kualitatif, regresi data panel, dan metode fixed effect.