Laporkan Masalah

PENGARUH ABU VOLKANIK HASIL ERUPSI MERAPI DAN PUPUK KANDANG TERHADAP SIFAT FISIKA TANAH DAN HASIL KACANG TANAH PADA REGOSOL ABU VOLKAN DI SLEMAN, YOGYAKARTA

Adrinoviarini, Prof. Dr. Ir. Supriyanto N, M.Sc.

2012 | Tesis | S2 Ilmu Tanah

Tanah pasiran mempunyai beberapa permasalahan yaitu rendahnya bahanbahan‐ bahan berukuran koloid seperti lempung dan bahan organik menyebabkan beberapa sifat yang dimilikinya kurang mendukung ketersediaan air dan unsur hara bagi tanaman. Erupsi Gunung Merapi terjadi mulai bulan September 2010 merupakan proses alami tetapi ada permasalahan tentang ketebalan abu volkan yang diendapkan pada masing‐masing tempat berbeda. Karena mengandung nitogen (N) dalam jumlah sangat rendah, penanaman tanaman legum setelah erupsi sangat disarankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu volkanik hasil erupsi Gunung Merapi tahun 2010 terhadap sifat fisika tanah Regosol Abu Volkanik, mengetahui takaran kotoran ayam dan kotoran sapi yang terbaik untuk membantu memperbaiki beberapa sifat fisika tanah Regosol Abu Volkanik dan mengetahui secara bersama‐sama pemberian kotoran ayam, kotoran sapi dan abu volkan terhadap hasil tanaman kacang tanah. Penelitian disusun berdasarkan 2 blok rancangan acak lengkap 2 faktorial, dua faktor dan diulang tiga kali. Dengan perlakuan penambahan abu volkan, kotoran ayam dan kotoran sapi dengan dosis masing‐masing 10 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha. Parameter tanah yang diamati adalah BJ, BV, Permeabilitas dan Porositas Tanah, tinggi tanaman, berat kering trubus, berat kering biji dan serapan N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotoran ayam dan kotoran sapi cenderung menaikkan tinggi tanaman pada umur 1 MST sampai 5 MST. Perlakuan 30 ton/ha kotoran ayam dan 10 ton/ha kotoran sapi cenderung menaikkan tinggi tanaman. Penambahan kotoran ayam cenderung menaikkan berat kering biji, sedangkan kenaikkan berat kering biji paling optimal diperoleh dengan penambahan 13,39 ton/ha kotoran sapi. Hasil produksi kacang tanah paling tinggi dicapai dengan pemberian 10 ton/ha abu volkan dan 20 ton/ha kotoran sapi. Pemberian abu volkan, kotoran ayam dan sapi mampu menaikkan pori pengatusan lambat dan serapan N. Serta mampu menurunkan porositas tanah, pori tak berguna, pori penyimpan lengas dan pori pengatusan cepat.

The low content of colloid material such as clay and organic matter in sandy soil (volcanic ash Regosol) cause the soil less supportive in water and nutrient. Mount Merapi erruption in September 2010 is a natural process. The problem is the amount of ashfall which is different on each place. The legum is suggested to give a better effect on soil fertility due to enrichment of N content in the soil after the erruption. The experiment was conducted in a green house of Soil Department Faculty of Agriculture Gadjah Mada University from February to May 2011. The experiment was carried out using two blocks of two factorial arranged in completely random design. Each combination was replicated three times. The results showed that ashfall, chicken manure and cow manure increase slow drainage pore and N uptake. This treatment decrease total porosity, non usefull pores, water holding pores and quick drainage pores. Chicken manure and cow manure tend to generate rate of plant height at first to fifth week of growth. The rate of aplication of 30 tons/ha chicken manure and 10 tons/ha cow manure resulted in the highest growth compared to other treatments. The treatment of chicken manure tend to increase seed weight and 13,39 tons/ha cow manure tend to produce optimal seed weight. The optimum production of peanut is achieve by addition 10 tons/ha ashfall and 20 tons/ha cow manure. This mixture may be used as a recommendation to produce the optimal fertility condition for the volcanic ash Regosol.

Kata Kunci : Tanah Regosol Abu Volkan, abu volkan, kotoran ayam, kotoran sapi, kacang tanah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.