Laporkan Masalah

REKONFIGURASI JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV PT. PLN (PERSERO) LHOKSEUMAWE UNTUK MEMINIMALKAN RUGI DAYA

Badriana, S.T., Sarjiya, S.T, M.T, Ph.D,

2012 | Tesis | S2 Mag.Sist.Energi Elektrik

Pada sistem ketenagalistrikan, rugi-rugi atau kehilangan energi listrik merupakan salah satu ukuran efisien atau tidak efisiennya suatu pengoperasian sistem tenaga listrik tersebut. Rugi-rugi diartikan energi yang disalurkan dengan energi yang diterima tidak 100% lagi, berarti ada rugi-rugi disepanjang penghantar. Panjangnya jaring listrik mengakibatkan perbedaan tegangan antara sisi kirim dan sisi terima menjadi berbeda, makin panjang jaring, maka perbedaan tegangan semakin besar karena pengaruh rugi-rugi (losses) pada jaring tersebut. Turunnya tegangan sering terjadi pada sistem tenaga listrik yang kapasitasnya terbatas, sehingga pada jam-jam tertentu (pada waktu beban puncak) tegangan pada ujung sisi terima semakin rendah, bahkan melampaui batas-batas toleransi, sedangkan pada jam-jam dimana beban listriknya berkurang, tegangan listriknya akan kembali normal. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi sistem distribusi daya listrik adalah dengan rekonfigurasi pada jaringan yang telah ada agar diperoleh rugi-rugi yang lebih kecil. Rekonfigurasi diartikan sebagai proses mengoperasikan saklarsaklar LBS (NO dan NC) untuk mengubah topologi jaringan dalam rangka pengembangan jaringan serta jaminan untuk ketersediaan dan keandalan penyaluran tenaga listrik sehingga mengurangi biaya operasi, dengan kendalakendala yang ada tetap berlaku. Perhitungan secara manual dari simulasi penyulang sistem distribusi tenaga listrik memerlukan waktu yang sangat lama dan memerlukan ketelitian yang lebih. Oleh karena itu untuk membantu komputasi dapat digunakan perangkat lunak dalam simulasi komputer, salah satunya dapat digunakan Electrical Transient Analysis Program (ETAP). PT. PLN (Persero) cabang Lhokseumawe energi listrik dipasok oleh Gardu Induk Bayu dengan 6 penyulang, dari keenam penyulang itu ada hanya 3 penyulang yang dapat dilakukan rekonfigurasi untuk menurunkan rugi daya. Dari beberapa kemungkinan jalur konfigurasi dibuat beberapa rekonfigurasi yang kemudian disimulasikan dengan software ETAP 6.0.0. Hasil simulasi tersebut yang menghasilkan penurunan rugi daya dipilih sebagai rekonfigurasi yang akan di implementasikan di Jaringan Tegangan Menengah 20 kV. Dari beberapa rekonfigurasi yang menghasilkan rugi daya paling kecil dipilih pada rekonfigurasi 3 yaitu jalur pemindahan beban dari penyulang LK 04 dan penyulang LK 09 dipindahkan ke penyulang LW 06 (penyulang GI Bayu). Setelah disimulasikan rugi daya menjadi turun sebesar 0,7%.

In electricity system, losses or electricity energy loss is one of the ways to measure the efficiency of the electricity system operation. In this case, losses are the received energy that is not 100 % as when it is transmitted. It shows losses have taken place along the conductor. The length of electricity network causes the voltage difference between the transmitter and the receiver points, the longer the network, the bigger voltage difference is. It is as a result from losses that take place in the network. The voltage drop often happens to electricity system with limited capacity. Therefore, at certain times (during the peak load), the voltage at the receiver point is lower, even over the minimum limit. The voltage will be back to normal when the electricity load is reduced. One of the ways to increase the efficiency of electricity power distribution system is by conducting reconfiguration to the present network in order to obtain smaller losses. Reconfiguration is the operation process of LBS switches (NO and NC) to change the network topology to develop the network and guarantee the availability and reliability of electricity power transmission so it can reduce operation cost though with the same problems remain. Manual computation of the transformer simulation of electricity power distribution system takes a long time and high precision. Thus, software in computer simulation is used to help the computation. One of the software is Electrical Transient Analysis Program (ETAP). Electricity energy of PT.PLN (Persero) branch Lhokseumawe is supplied by Bayu Electricity Substation with 6 transformers where reconfiguration can be conducted only to 3 of them to decrease power loss. From several possibilities of reconfiguration lines, a few reconfigurations were finally made and then simulated with software ETAP 6.0.0. The result of the simulation, which successfully decreased power loss, was determined as the reconfiguration to be implemented in Middle Voltage Network 20 kV. From those which produced the least power loss, reconfiguration 3 was chosen, where load relocation line from LK 04 and LK 09 transformers was moved to LW 06 transformer (Bayu Electricity Substation transformer). After being simulated, power loss decreased by 0.7%.

Kata Kunci : efisien, rekonfigurasi dan rugi daya.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.