Laporkan Masalah

HUBUNGAN KINERJA DAN MANFAAT KOPERASI PERTANIAN DI KABUPATEN KOLAKA

ILMA SARIMUSTAQIYMA RIANSE, Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc.,

2012 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) analisis kinerja koperasi berdasarkan kriteria pertanian di kabupaten Kolaka menurut pedoman pembinaan koperasi dan pedoman klasifikasi koperasi; (2) kinerja koperasi berdasarkan persepsi petani dan perangkat koperasi; (3) mengetahui manfaat yang diperoleh petani sebagai anggota koperasi; (4) analisis hubungan antara kinerja dan manfaat yang diperoleh petani sebagai anggota koperasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini berasal dari jawaban kuesioner yang dikembalikan oleh reponden perangkat koperasi dan stakeholder yang menilai kinerja dan manfaat dari 10 Koptan di Kabupaten Kolaka. Data Sekunder: (a) Data laporan keuangan atau neraca 10 Koptan di Kabupaten Kolaka tahun 2006 - 2010 (b) Data laporan laba rugi 10 Koptan di Kabupaten Kolaka tahun 2006 - 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan Pedoman Klasifikasi Koperasi, kinerja Koperasi Pertanian di Kabupaten Kolaka rata-ratanya pada tahun 2007 adalah sebesar 61.58 dan termasuk dalam kategori cukup baik. Tahun 2008 ratarata kinerja koperasi adalah sebesar 62,05 dan termasuk dalam kategori cukup baik. Pada tahun 2009 rata-rata kinerja koperasi adalah sebesar 62,38 tetap termasuk dalam kategori cukup baik. Tahun 2010 rata-rata kinerja koperasi adalah sebesar 61,28 termasuk dalam kategori cukup baik. Selanjutnya, perangkat koperasi dan stakeholder mayoritas menilai bahwa koperasi pertanian di Kabupaten Kolaka memenuhi kriteria cukup baik, yaitu sebanyak 48,75%. Kemudian sebagian besar responden menilai bahwa koperasi pertanian di Kabupaten Kolaka bermanfaat, yaitu sebanyak 65%. Berdasarkan analisis SEM hubungan Kinerja koperasi pertanian ditemukan berkorelasi positif pada manfaat yang diperoleh petani. Nilai koefisien standardisasi 0,85 memiliki nilai t statistik sebesar 14,40. Nilai koefisien standardisasi 0,85 menunjukkan bahwa kinerja dan manfaat koperasi memiliki hubungan keeratan yang nyata. Secara berurutan komponen-komponen kinerja yang memberikan kontribusi terbesar sampai terkecil yaitu, kepedulian terhadap komunitas yaitu sebesar 0,86. Komponen keanggotaan sukarela dan terbuka yaitu sebesar 0,80. Pengendalian oleh Anggota secara demokratis yaitu sebesar 0,79. Partisipasi Ekonomi Anggota yaitu sebesar 0,71. Dan pendidikan dan pelatihan memberikan kontribusi sebesar 0,25. Kemudian untuk komponen-komponen manfaat koperasi, secara berurutan yang memberikan kontribusi terbesar sampai terkecil yaitu, manfaat ekonomi pemasaran yaitu sebesar 0,96. Manfaat simpan pinjam dengan besar 0,88. Manfaat ekonomi kebutuhan petani yaitu sebesar 0,86. Manfaat sosial kontribusinya sebesar 0,48.

This research aimed at investigating : (1) the analysis of cooperation based on agricultural criterion in Kolaka District based on cooperation performance analysis based on agricultural criterion in Kolaka District according to cooperation development orientation and cooperation classification orientation; (2) the cooperation performance based on farmer’s perception and cooperation apparatus; (3) find out the benefit found by the farmer as the member, (4) the analysis of correlation between performance and benefit obtained by farmer as cooperation member. This research applied analytical method. The data used consists of primary and secondary data. Primary data in this research is taken from questioner answer returned by cooperation apparatus respondent and stakeholders who asses the performance and benefit from 10 Agriculture Cooperation of Kolaka District. Secondary data obtained were as: (a) the data of financial report or the balance 10 Agriculture Cooperation in Kolaka District year 2006 – 2010, (b) the data of profit and loss data 10 Agriculture Cooperation in Kolaka District year 2006 – 2010. The research finding shown that based on Cooperation Classification Orientation, the Agriculture Cooperation in Kolaka District on average was 61.58 in 2007 and included quite good category. In 2008, the average of the cooperation performance was 62.05 and included in quite good category. In 2009 the average of cooperation was 62.38 and still included in quite good category. In 2010 the average of cooperation performance was 61.28 and included in quite good category. Then, majority of cooperation apparatus and stakeholders asses that agriculture cooperation in Kolaka District is included in quite good criteria that is 48.75%. Furthermore, majority of respondents asses that agriculture cooperation in Kolaka District is beneficial, that is 65%. Based on SEM analysis, the correlation of agriculture cooperation performance positively correlates with the finding benefit by farmers. The correlation of coefficient value of 0.85 has statistical value 14.40. The correlation of standardization value of 0.85 shows the performance and beneficial agriculture cooperation which brings the real correlation. Sequentially, the performance components give the biggest to smallest contribution that is, caring towards the community is 0.86. The component of voluntary and opened membership is 0.80. The controlling by member democratically is 0.79. The economically participation of the member is 0.71. The education and training give contribution to 0.25. Then to components of cooperation benefit sequentially give the biggest to smallest contribution that is marketing economy benefit is 0.96. Credit benefit is 0.88. Economical benefit of farmer necessity is 0.86. The contribution to social benefit is 0.48.

Kata Kunci : Kinerja, Manfaat dan Hubungan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.