EKSPRESI Ki-67 DAN PROGESTERON RESEPTOR PADA BERBAGAI DERAJAT DIFFERENSIASI HISTOPATOLOGI MENINGIOMA
BIDARI KAMESWARI, dr. Sagiri Mangunsudirdjo, Sp PA (K)
2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSLatar Belakang S Meningioma merupakan tumor intrakranial terbanyak. ebagian besar kasus merupakan kasus meningioma benigna yang dapat diterapi dengan reseksi, sebagian kasus menunjukkan rekurensi dan prognosis yang buruk. Gambaran histopatologi meningioma merupakan suatu predictor agresivitas. Biomarker tertentu meliputi ekspresi protein Ki-67 dan reseptor progesterone dapat dikembangkan sebagai faktor untuk melakukan prediksi rekurensi tumor dan atau kemungkinan progresi pada pasien meningioma. meningioma Tujuan Penelitian menurut kriteria WH Untuk mengetahui hubungan antara ekspresi Ki-67 dan reseptor progesterone dengan derajat histopatologi O 06 Metode - Subyek penelitian diambil dari kasus meningioma tahun 20 2011 sebanyak 39 orang di laboratorium Patologi Anatomi RS Sardjito. cat Irisan paraffin di dengan hematoksilin eosin dan, diamati gambaran histopatologinya dan ditetapkan derajat diferensiasi meningioma menggunakan kriteria WHO oleh spesialis patologi anatomi kemudian dilakukan pengecatan imunohistokimia menggunakan antibodi monoklonal Ki-67 dan progesterone reseptor, kemudian hasilnya dianalisis dengan korelasi Kruskal Wallis Hasil Imunoreaktivitas Ki-67 dan derajat histopatologi meningioma memiliki korelasi positif yang lemah, yang secara statistik tidak signifikan (p= 0,614). Sebagian besar meningioma mengekspresikan reseptor progesteron tetapi juga tidak ada hubungan yang bermakna dengan derajat histopatologi meningioma ( p= 0,575). Kesimpulan Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistika antara imunoreaktivitas Ki-67 dengan derajat histopatologi meningioma. Terdapat hubungan yang sangat lemah dimana semakin tinggi derajat histopatologi meningioma semakin tinggi pula imunoreaktivitas Ki-67. Tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara ekspresi reseptor progesteron dengan derajat histopatologi meningioma.
Background Meningioma is the most intracranial tumor in human. Eventhough most of cases are benign meningioma that can be treated with surgical resection, some of cases show recurrency and poor prognosis. Meningioma histopathological feature is an aggresivity predictor. Certain biomarker consisting of Ki-67 protein expression and progesterone receptor, can be developed as a factor to predict tumor recurrence and progression possibility in meningioma patient. Objective The aim of this study is to investigate the correlation between Ki-67, progesteron receptor, expression and histopatological grade based on WHO criteria. Method Research subjects were taken from meningioma 39 cases of meningioma in Anatomical Pathology Laboratory Sardjito Hospital from 2006 until 2011. Parrafin block sections were stained with hematoxyllin eosin, then the histopathological features were observed and meningioma differentiation grade were concluded using WHO criteria by Anatomical Pathology expert. Finally, immunohistochemical staining of Ki 67, progesterone receptor, and was performed Kruskal Wallis Correlation was used to analyze the data. Result There is a weak correlation between Ki-67 immunoreactivity and hitopathological grades of meningioma, but it was statistically insignificant (p = 0.614). Most of meningioma express progesterone receptors ( 74,4%). But the expression of progesterone receptor was insignificantly associated with histopathological grade of meningioma (p=0.575). Conclusion There is weak positive correlation between Ki-67 immunoreactivity and histological grade of meningioma although it was statistically insignificant. There was also no significant correlation between progesterone receptor expression and histopathological grade of meningioma.
Kata Kunci : Meningioma, Ki-67, progesterone reseptor