Laporkan Masalah

KEBIJAKAN PERENCANAAN URBAN RAILWAY YOGYAKARTA - MAGELANG

NIKEN SITALAKSMI WIDJAJA, Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Yogyakarta-Magelang sebagai pusat pendidikan dan tempat tujuan wisata di Indonesia mempunyai intensitas mobilitas aktivitas yang menimbulkan dampak pencemaran udara yang semakin tinggi. Perkembangan geografis dan pertumbuhan jumlah penduduk membuat kebutuhan akan transportasi meningkat. Di sisi lain, usaha perluasan jaringan jalan sulit dilakukan. Dalam rangka mengantisipasi semakin meningkatnya pergerakan pada masa yang akan datang seiring meningkatnya aktifitas perekonomian pada kedua wilayah tersebut, pengoperasian urban railway Yogyakarta-Magelang diharapkan akan menjadi solusi yang tepat dalam menghadapi masalah-masalah lalu lintas. Kebijakan yang akan diambil dalam perencanaan urban railway Yogyakarta-Magelang harus memasukkan kepentingan tiap-tiap komponen yang terlibat dan mempertimbangkan berbagai kriteria pelayanan. Berdasarkan hasil analisis pembobotan tingkat kepentingan komponen dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) didapat bahwa komponen yang mempunyai kepentingan paling besar dalam penentuan kebijakan perencanaan urban railway Yogyakarta Teknik penentuan responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling (responden berkelompok). Jenis dan jumlah responden yang dipilih ditentukan secara purposive sampling (responden terpilih). Responden adalah para pakar yang terkait langsung, yaitu pihak-pihak yang benar-benar mengetahui tentang masalah yang dibahas, pihak yang mempunyai pengaruh dalam hal kebijakan dan dapat member masukan terhadap penentuan kriteria pelayanan urban railway Yogyakarta-Magelang. -Magelang adalah: (i) komponen pengguna dengan bobot 56 %; (ii) komponen pemerintah dengan bobot 19 %; (iii) komponen operator dengan bobot 15 %; dan (iv) komponen ahli transport dengan bobot 10 %. Hasil analisis pembobotan prioritas kriteria berdasarkan kepentingan komponen menunjukkan bahwa kriteria yang paling berpengaruh dalam penentuan prioritas kebijakan perencanaan urban railway Yogyakarta-Magelang adalah kriteria kenyamanan dan keselamatan. Sedangkan kriteria yang berpengaruh paling kecil adalah kriteria kemudahan pelayanan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan Pemerintah/berbagai pihak yang terkait dengan perencanaan urban railway Yogyakarta-Magelang dalam pengambilan keputusan penting.

because Yogyakarta-Magelang are student cities and tourist destinations in Central Java, Indonesia. Both cities have intensity mobility of transportation activities that cause air pollution impact. Geographic and population growth need the improved transportation. Meanwhile, it is difficult to expand the road network, of high prices of the existing limited land. In order to anticipate the increasing movement in the future with increasing economic activity in both regions, an alternative transportation mode (railway) is needed to improve the efficiency, so that the traffic problems (congestion, accidents, air pollution) can be reduced. The urban railway Yogyakarta-Magelang expected to be the right solution in dealing with traffic issues. Planning policy of urban railway Yogyakarta-Magelang must consider the interest of each of components involved and the various criteria of service. The technique of determining the respondents used in this study is cluster sampling (respondent group). While the type and number of respondents who selected is determined by purposive sampling (selected respondents). Based on the analysis of interest rate of the component with the method of Analytical Hierarchy Process (AHP) found that components that have the greatest interest in the determination of planning policy urban railway Yogyakarta- Magelang are: (i) user 56%, (ii) government 19%, (iii) operator 15%, and (iv) transport expert 10%. The results of the analysis is based on priority criteria indicate that the interest component of the most influential criteria in planning policy of urban railway Yogyakarta-Magelang is convenience and safety. While smallest influential criteria is the ease of service. The results of this study is expected to be used Government / all parties whom it may concern with the planning of urban railway Yogyakarta-Magelang in any decision-making.

Kata Kunci : AHP , komponen, kriteria, prioritas kebijakan, urban railway,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.