Laporkan Masalah

Makna Simbol Stereotipe Gender dalam Sastra Anak Bilingual : Kajian Semiotik terhadap Kumpulan Dongeng Kerajaan Kingdom Tales Collection Karya Arleen A

ATIQ AQIQOTUL HASANAH, Dr. Siti Hariti Sastriyani,

2012 | Tesis | S2 Sastra

Adanya pelanggengan stereotipe gender tradisonal merupakan permasalahan yang tanpa disadari terjadi di dalam sastra anak. Hal inilah yang penulis temukan saat membaca karya Arleen berjudul Kumpulan Dongeng Kerajaan Kingdom Tales Collections. Ketidakadilan gender berupa stereotipe gender tersebut disampaikan sedemikian rupa melalui penggunaan simbol (meliputi teks dan gambar) yang terlihat sederhana dan sudah terbiasa dimengerti oleh pembaca sastra anak. Masalah yang dianalisis dalam penelitian ini adalah (1) apa sajakah bentuk-bentuk simbol stereotipe gender tradisional dan maknanya (2) bagaimanakah bentuk dan makna transformasi teks dalam karya bilingual terutama yang berhubungan dengan stereotipe gender. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan makna simbol dan bentuk transformasi stereotipe gender dalam karya bilingual. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik, dengan jenis penelitian kualitatif. Pendekatan semiotik menekankan pada makna simbol yang terdapat dalam cerita. Data penelitian berupa pikiran, tindakan tokoh, dialog dan gambar. Data dianalisis menggunakan analisis semiosis dari Peirce. Simpulan-simpulan pada penelitian ini yaitu; (1) Representasi stereotipe gender tradisonal. Stereotipe laki-laki sebagai penguasa dalam semua sektor kehidupan yang direpresentasikan melalui simbol kuda, telur naga, kursi. Laki-laki sebagai pelindung terlihat dengan simbol pedang, panah, puisi, dan mawar merah, dan laki-laki sebagai pemimpin terepresentasikan dengan simbol anak kecil, posisi tangan, topi berhuruf H. Sementara stereotipe perempuan sebagai pribadi cantik yang mementingkan urusan penampilan dan materialistis terepresentasikan dalam simbol rambut panjang, gaun bagus, kursi malas, kupu-kupu, mutiara dan pesta. Stereotipe perempuan sebagai pelindung keluarga terepresentasikan dalam simbol selimut, angka 99, peri, alat pintal, posisi menempelkan kepala. Terakhir stereotipe perempuan sebagai pelengkap laki-laki terepresentasikan dalam simbol posisi di pelukan ayah, posisi kepala merunduk, posisi perempuan saat menerima puisi dari laki-laki. (2) Masalah bentuk transformasi teks yang ada dalam KTC antara lain dalam bentuk penambahan kata, pengurangan kata dan pemilihan kata/diksi. Makna simbol dan transformasi pengalihbahasaan yang ada dalam karya Arleen ini menyiratkan masih adanya pelanggengan stereotipe gender tradisional yang ada dalam sastra anak.

Existence of traditional gender stereotypes is a problem that unwittingly occurred in children's literature. This is what the author found while reading the work of Arleen entitled Kumpulan Dongeng Kerajaan Kingdom Tales Collections. Gender injustice in the form of gender stereotyping is way through the use of symbols (including text and images) that look simple and readily understood by readers accustomed to children's literature. Analyzed problem in this study were (1) what are the forms of traditional gender stereotypes symbols and their meanings (2) how the shape and meaning of transformation in the work of bilingual texts, especially relating to gender stereotypes. The purposes of this study are to reveal the meaning of the symbol and shape transformation of gender stereotypes in the work of bilingual. This study uses a semiotic approach, with the type of qualitative research. Semiotic approach emphasizes the meaning of the symbols contained in the story. Data research in the form of thought, action figures, dialogue and images. Data were analyzed using analysis semiotics of Peirce. Conclusions in this study are: (1) Representation of Traditional Gender Stereotypes. Stereotypes of men as rulers in all sectors of life as represented through the symbol of the horse, dragon eggs, and chair. Men as protector’s visible symbol of swords, arrows, red roses and poems, and men as leaders of a small child represented with symbols, hand positions, hats lettered H. While the stereotype of women as domestic rulers beautiful, selfish and materialistic affairs represented appearance in the symbol of long hair, dress nice, easy chair, butterfly, pearl and parties. Stereotypes of women as family protector represented in symbols: blankets, numbers 99, fairies, loom, put the position of the head. JAR stereotype of women as appendages of represented the symbol position in his father's arms, heads down position, the position of women when receiving poetry from men. (2) The problem of transformation of the existing text in the KTC, among others, in the form of adding words, the reduction of words and matching words. The meaning of symbols and transformations that exist in the work of Arleen implies the persistence of traditional gender stereotypes that exist in children's literature.

Kata Kunci : Stereotipe Gender, Sastra Anak Bilingual, Transformasi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.