Laporkan Masalah

ANALISIS PRIORITAS STRATEGI PENGEMBANGAN KEBUN RAYA KEBUN BINATANG (KRKB) GEMBIRA LOKA YOGYAKARTA TAHUN 2011

Vania Saphira, Dr. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M.

2012 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Pariwisata merupakan salah satu penggerak perekonomian penting di banyak kawasan di dunia. Pariwisata Indonesia dalam tahun-tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Indonesia memiliki potensi wisata yang sangat besar, salah satunya adalah potensi ekowisata. Ekowisata dipromosikan dengan tujuan jangka panjang untuk ikut mendorong konservasi lingkungan dan sumber daya alam dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Dalam peta kepariwisataan nasional, potensi DI Yogyakarta sebagai daerah tujuan pariwisata didukung dengan predikatnya sebagai kota pendidikan, kota pariwisata, kota budaya, dan kota perjuangan. Pariwisata merupakan sektor andalan di DI Yogyakarta Salah satu objek wisata dengan fungsi utama sebagai lembaga konservasi di DI Yogyakarta adalah Kebun Raya Kebun Binatang (KRKB) Gembira Loka, yang dimiliki oleh Yayasan Gembira Loka. Namun strategi pengembangan yang dijalankan oleh pihak pengelola belum dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh KRKB Gembira Loka. Penelitian ini bertujuan menentukan faktor-faktor prioritas pada kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang dari KRKB Gembira Loka dan menentukan prioritas alternatif strategi yang tepat untuk diterapkan di dalam megembangkan KRKB Gembira Loka dengan menggunakan penggabungan 2 (dua) alat analisis yaitu analisis SWOT dan Analytic Hierarchy Process (AHP ) yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, dengan menggunakan analisis SWOT didapatkan 7 (tujuh) faktor kekuatan, 7 (tujuh) faktor kelemahan , 5 (lima) faktor peluang dan 7 (tujuh) faktor ancaman dan dengan menggunakan matriks TOWS didapatkan 12 (dua belas) alternatif strategi. Proses pengolahan data dilakukan dengan bantuan software expert choice 11 untuk mencari prioritas lokal dari tiap faktor dalam kriteria SWOT. Hasil penentuan prioritas memperlihatkan bahwa pada kriteria kekuatan yang menjadi prioritas adalah faktor beragamnya atraksi wisata dan wahana tambahan, pada kriteria kelemahan faktor yang menjadi prioritas adalah kemampuan pemasaran yang belum optimal dan Aktifitas promosi yang masih minim, pada kriteria peluang faktor yang menjadi prioritas adalah berkembangnya kecenderungan untuk menikmati wisata back to nature dan pada kriteria ancaman, yang menjadi prioritas adalah Persepsi masyarakat terhadap brand image KRKB Gembira Loka. Di dalam menentukan prioritas alternatif strategi menggunakan matriks evaluasi strategi, alternatif strategi dengan desirability index (Di) paling tinggi dan menjadi prioritas adalah strategi mengembangkan pasar pada area yang belum dijangkau.

Tourism is one of the most important motors of economy in many parts of the world. Tourism in Indonesia had shown a significant improvement for the last few years. Indonesia has a huge of potential in tourism, one of it, is the potential of ecotourism. Ecotourism promoted for a long term goal to help the conservation of biodiversity, to reach sustainable development. In national Tourism, DI Yogyakarta is a famous tourism destination with a label as a city of education, tourism and culture. One of the tourism spot with a main function as a conservation in DI Yogyakarta is Gembira Loka Botanical Garden and Zoo, owned by Gembira Loka Foundation. But the development strategy ran by management still cannot optimize the potential of Gembira Loka Botanical Garden and Zoo. This research aimed to determine the priority factors of Strenght, Weakness, Opportunity and Threat of Gembira Loka Botanical Garden and Zoo, and it also determine the priority of the alternative strategy that suitable for developing Gembira Loka Botanical Garden and Zoo. This research combined two analysis, SWOT analysis and AHP (Analytic Hierarchy Process developed by Thomas.L. Saaty., the SWOT analysis shown 7 (seven) strength factors, 7 (seven) weakness factors, 5 (five) opportunity factors and 7 (seven) threat factors. With using TOWS matrix, there are 12 (twelve) alternative strategies. The data is being process using Expert Choice 11 made for AHP, to determine the local priority of each factors in SWOT criterion. The result showed in Strenght criterion,” Various kinds of tourist attraction and additional products (game),” has the highest priority, in weakness criterion “Lack of marketing skill and promotion activities,” has the highest priority, in opportunity criterion “ a great tourist desire to enjoy back to nature tourism oriented”, has the highest priority and in threat criterion,” People perception of Gembira Loka botanical Garden and Zoo brand image,” has the highest priority. In determining the priority of the alternative strategy is using Strategy evaluation Matrix, alternative strategy with the highest Desirability Index (Di) and become the priority strategy for developing Gembira loka Botanical Garden and Zoo is,” Expanding market to a new area that hasn`t been touch before”.

Kata Kunci : Strategi Pengembangan, Kebun Binatang, Analisis SWOT, Analytic Hierarchy Process.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.