Laporkan Masalah

HUBUNGAN INFANTILE ANOREXIA DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF

FAISAL HUSIEN, Prof. dr. Djauhar Ismail, MPH, PhD, SpA(K)

2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Latar belakang Pada anak-anak dengan gangguan makan dapat terjadi kekurangan asupan nutrisi bagi perkembangan sel-sel saraf sehingga dapat mengganggu perkembangan anak tersebut termasuk perkembangan kognitifnya. Infantile anorexia merupakan salah satu bentuk gangguan makan dengan karakteristik terjadi penolakan makan makanan secara menyolok, kehilangan nafsu makan yang khas dan defisiensi dari pertumbuhan. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara infantile anorexia dengan perkembangan kognitif dan faktor lain yang dapat mempengaruhinya. Metode Rancangan penelitian ini adalah cross sectional, dengan besar sampel sebanyak 80 anak. Kriteria inklusi adalah anak usia 12 s/d 36 bulan yang mengalami masalah makan infantile anorexia, orang tua bersedia mengikuti penelitian dan menandatangani informed consent. Kriteria eksklusi adalah anak dengan riwayat persalinan prematur, berat lahir rendah, dan asfiksia; anak dengan masalah susunan saraf pusat; anak dengan masalah pencernaan dan anak-anak dengan penyakit oganik yang dapat mengganggu perkembangan. Hasil data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik spearman. Hasil Secara statistik terdapat korelasi bermakna antara gangguan makan infantile anorexia dengan perkembangan kognitif anak dengan nilai p= 0,021 (r=0,244; CI 95%=1,026-11,998). Faktor pendidikan ibu juga mempunyai korelasi yang bermakna dengan perkembangan kognitif nilai ( r= 0,322; CI 95%=3,385-15,159; p= 0,002). Simpulan Terdapat korelasi antara infantile anorexia dan pendidikan ibu dengan perkembangan kognitif anak.

Background: Children with feeding disorder will cause nutritional deficiency that would affect the growth of the neurons and eventually would also affect the development including cognitive development. Infantile anorexia is one types of feeding disorder that is characterized by extreme food refusal, an apparent lack of appetite, and growth deficiency. Aim: To asses the correlation between infantile anorexia and cognitive development and to identify influence factors that affect the two. Method: The study design was cross sectional, with 80 children as subjects. The inclusion criteria were children aged between 12 to 36 months old experiencing infantile anorexia, and have the parents' informed consent. The exclusion criteria were children with history of prematurity, low birth weight, asphyxia; children with central nervous system problems; gastrointestinal problems; and developmental delay. The data were analyzed using Spearman test. Result: Statistically there was a significant correlation between infantile anorexia and cognitive development (r=0.244; CI 95%=1,026-11,998; p=0,021). Lower mother’s education also had a significant effect with cognitive development (r= 0,322; CI 95%=3,385-15,159; p=0.002). Conclusion: There were correlation between infantile anorexia and lower mother’s education with cognitive development.

Kata Kunci : gangguan makan, perkembangan kognitif, infantile anorexia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.