Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) TERHADAP KINERJA ORGANISASI (Studi Kasus Pada Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta)

Sistiyono, dr. Tjahjono Kutjoro, MPH, DrPH

2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMPK

Latar Belakang: Desentralisasi di sektor kesehatan menimbulkan perubahan pada sistem kesehatan nasional. Perubahan yang terjadi tersebut berimplikasi langsung pada unit-unit penyelenggara pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia. Dampak penerapan desentralisasi pada fungsi BLK Yogyakarta, terjadinya penurunan sebesar 44,5% terhadap jumlah pemeriksaan laboratorium. Untuk meningkatkan kinerja pelayanan laboratorium kesehatan dalam rangka memenuhi kepuasan pelanggan, BLK Yogyakarta telah terakreditasi KALK dan Sertifikat ISO/IEC.17025 sebagai penerapan manajemen kualitas. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel dalam implementasi Total Quality Management (TQM) di Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta yang terdiri dari: komitmen dan dukungan manajemen puncak, pemberdayaan karyawan, pendidikan dan latihan, fokus pelanggan, perbaikan berkelanjutan, kerjasama dengan pemasok, informasi dan analisis, dan pembandingan kinerja terhadap kinerja organisasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian sudi kasus dengan pendekatan data kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan, sedangkan sampel penelitian adalah 53 orang responden dengan Proportional Random Sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Untuk pengambilan data kualitatif dilakukan wawancara terhadap unsur pimpinan BLK Yogyakarta sebagi responden. Hasil: Secara simultan implementasi TQM berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi yang menunjukkan hasil p= 0,000 dengan nilai F = 14,953. Besarnya pengaruh menunjukkan 62,8 % dipengaruhi oleh unsur-unsur TQM, sedangkan sisanya oleh faktor lain. Secara parsial diketahui bahwa komitmen dan dukungan manajemen puncak memperoleh nilai p= 0,005 sehingga berpengaruh secara signifikan, pemberdayaan karyawan p = 0,794 tidak berpengaruh secara signifikan, pendidikan dan latihan p= 0,024 berpengaruh secara signifikan, fokus pelanggan p= 0,420 yang berarti tidak berpengaruh secara signifikan, perbaikan berkelanjutan p=0,005, kerjasama dengan pemasok p= 0,584 yang berarti berpengaruh secara signifikan, informasi dan analisis p= 0675 yang berarti tidak berpengaruh secara signifikan, dan perbandingan kinerja p= 0,037 berpengaruh secara signifikan. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan secara simultan pada implementasi TQM di BLK Yogyakarta terhadap kinerja organisasi. Secara parsial variabel Implementasi TQM yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi adalah komitmen dan dukungan manajemen puncak, pendidikan dan latihan, perbaikan berkesinambungan dan pembandingan kinerja.

Background: Decentralization in the health sector lead to a change in national health systems. Changes that occur have direct implication on units of health care providers in Indonesia. The impact of implementation of decentralization in Yogyakarta causes a decrease of 44.5% for laboratory examination in District Health Laboratory Yogyakarta. To improve the performance of health laboratory services in order to meet customer satisfaction, District Health Laboratory Yogyakarta applied quality management system ISO/IEC 17025 Objective: To investigate the effect of variables in the implementation of Total Quality Management (TQM) in Yogyakarta, Health Laboratory consisting of: the commitment and support of top management, employee empowerment, education and training, customer focus, continuous improvement, cooperation with suppliers, information and analysis, and benchmarking performance against organizational performance. Methods: We applied descriptive cross sectional method using quantitative and qualitative data. The population of this study was all employees, while the study sample was 53 respondents with Proportional Random Sampling as a sampling technique. For qualitative data collection we conducted interviews with the leadership element BLK Yogyakarta as a respondent. Results: The simultaneous implementation of TQM had significant effect on organizational performance (p = 0.000 F = 14.953). Magnitude of the effect was 62.8% influenced by elements of TQM, while the remainder by other factors. Top management commitment and support have the value of p = 0.005 and therefore contributes significantly, employee empowerment p = 0.794 (no significant influence), education and training p = 0.024 (have significant influence), customer focus p = 0.420, which means not significant, p = 0.005 continuous improvement, collaboration with suppliers which means p = 0.584 significant influence, information and analysis of p = 0675 which means no significant influence, and performance comparison p = 0.037 (significant influence). Conclusion: There was a significant influence on the simultaneous implementation of TQM in Health Laboratory Yogyakarta on organizational performance. Partial implementation of TQM variables that significantly influence the performance of the organization is the commitment and support of top management, education and training, continuous improvement and performance benchmarking.

Kata Kunci : Implementasi TQM, Kinerja Organisasi, Laboratorium Kesehatan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.