PERAN SUAMI VIS A VIS ISTERI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGENAI JUMLAH ANAK YANG DIINGINKAN: KORELASI JUMLAH ANAK YANG DIINGINKAN SUAMI DAN ISTERI DENGAN ANGKA FERTILITAS TOTAL DI INDONESIA (Analisis Lanjut SDKI 2007)
NOVIAN ANARYANTO, SH, Prof. Dr. Muhadjir Darwin, M.P.A.
2012 | Tesis | S2 Mag.Studi KebijakanKebijakan Program Keluarga Berencana Nasional merupakan bagian dari upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk, yang dilaksanakan melalui berbagai program yang salah satunya adalah pengendalian kelahiran. Kebijakan tersebut kemudian dirumuskan ke dalam Visi, Misi, dan Strategi Dasar sebagai acuan bagi pelaksanaan program keluarga berencana di masa yang akan datang. Acuan tersebut berisi amanat bagi seluruh keluarga untuk ikut keluarga berencana, artinya setiap pasangan atau calon pasangan suami isteri harus sejak dini melakukan perencanaan keluarga secara matang dan bertanggung jawab dengan mengikuti berbagai program keluarga berencana yang salah satunya adalah pengaturan kehamilan dengan cermat oleh suami dan isteri. Oleh karena itu penelitian ini dititikberatkan pada upaya untuk menemukan keterkaitan antara pengambilan keputusan suami dan isteri mengenai jumlah anak yang diinginkan, dengan angka fertilitas total di Indonesia, sebagai bagian dari upaya pengaturan atau pengendalian kehamilan/kelahiran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data skunder yaitu data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2007. Sedangkan metode analisis yang digunakan untuk menemukan hubungan antar variabel penelitian adalah analisis tabulasi silang dengan uji statistik Chi-Square, dan korelasi Rank Spearman. Sedangkan untuk mengetahui tingkat kecenderungan terhadap dependen variabel menggunakan analisis regresi logistik multinomial. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa berdasarkan umur, pendidikan, dan daerah tempat tinggal suami maupun isteri mempunyai hubungan yang bermakna dengan jumlah anak yang diinginkan oleh baik suami maupun isteri. Hal ini terlihat dari nilai p-value yang kurang dari 5 persen. Hanya pada status pekerjaan saja, baik suami maupun isteri yang tidak menunjukkan hubungan yang bermakna karena mempunyai nilai p-value yang lebih dari 5 persen. Secara garis besar dapat dikatakan faktor karakteristik sosial, ekonomi, dan demografi baik suami maupun isteri sama-sama mempunyai pengaruh atau hubungan yang signifikan dengan jumlah anak yang diinginkannya. Selanjutnya ditemukan pula bahwa antara pengambilan keputusan mengenai jumlah anak yang diinginkan, penggunaan alat kontrasepsi, dan fertilitas saling mempengaruhi dengan kuat satu sama lain. Hal ini terlihat dari besarnya nilai pvalue yang diperoleh yaitu kurang dari 5 persen. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, beberapa rekomendasi yang penting bagi pelaksanaan program keluarga berencana di masa depan antara lain perlunya pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat khususnya yang kurang atau tidak mampu, perlunya mendesain informasi keluarga berencana yang lebih komunikatif, edukatif, dan persuasif, perlunya perubahan cara pandang tentang pentingnya mengikuti program keluarga berencana yang tidak hanya ditujukan bagi terciptanya keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, namun lebih luas lagi yaitu pada upaya peningkatan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Policies of the National Family Planning Program is part of efforts to control population growth rate, which is done through various programs, one of which is birth control. The policy was later formulated into the Vision, Mission and Basic Strategy as a reference for the implementation of family planning programs in the future. The reference contains a mandate for the whole family to participate in family planning, meaning that each partner or prospective husband and wife have early conduct family planning carefully and responsibly by following the various family planning program, one of which is the birth control carefully by husband and wife. Therefore, this study focused on efforts to find linkages between husband and wife decision-making regarding the number of children desired, with a total fertility rate in Indonesia, as part of efforts to control the setting or the pregnancy / birth. The research was conducted using secondary data is Indonesia Demographic and Health Survey (DHS) 2007. While the analytical methods used to find relationships between research variables are cross-tabulation analysis with Chi-Square statistical tests, and Spearman Rank correlation. As for knowing the propensity of the dependent variables using multinomial logistic regression analysis. Based on the obtained results of that research based on age, education, and area of residence of husband and wife, have a meaningful relationship with the number of children desired by both husband and wife. This can be seen from the p-value of less than 5 percent. Only on the status of course work, both husband and wife who did not show a significant relationship because it has value p-value of more than 5 percent. Broadly it can be said characteristic factors of social, economic, and demographic both husband and wife both have a significant impact or relationship with the number of children wanted. Furthermore, also found that among the decisions on the number of children desired, the use of contraceptives and fertility strong interplay with one another. This can be seen from the value p-value obtained is less than 5 percent. Based on these results, some important recommendations for the implementation of family planning programs in the future include the need for equitable education for all people especially the poor, or unable, the need for family planning information to design a more communicative, educational, and persuasive, the need for a shift in perspective about the importance of following the family planning program is not just intended for the creation of small family a happy and prosperous, but more broadly that is on efforts to increase awareness of society and the environment.
Kata Kunci : Program keluarga berencana, jumlah anak yang diinginkan, fertilitas