STAKEHOLDERS RELATIONSHIP: THE GROWTH OF INFORMAL TRADERS IN LANDSLIDE RISK AREA AT THE CORRIDOR OF PAYUNG STREET, CASE STUDY IN BATU CITY, EAST JAVA, INDONESIA
RIZALDI, Dr. Alberto Gianoli
2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahJalan Payung adalah salah satu bagian dari jaringan jalan regional yang menghubungkan beberapa wilayah di Jawa Timur, Indonesia. Jalan ini berada di wilayah administrasi pemerintah Kota Batu dan memiliki peranan penting pada jaringan transportasi kota-kota di bagian tengah wilayah Jawa Timur. Koridor Jalan Payung terletak di salah satu daerah yang memiliki tingkat kelerengan lebih dari 70% atau curam. Pada musim penghujan, tanah longsor sering terjadi di koridor jalan ini, sedangkan aktivitas para pedagang informal dengan bangunan kios/warungnya berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kawasan ini dan kawasan dibawahnya. Kawasan ini dikelolah oleh empat pemangku kepentingan dengan wewenang yang berbeda, yaitu Pemerintah Kota Batu, Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Perhutani, dan Perkumpulan Pedagang “Payungâ€. Pemangku kepentingan tersebut memiliki tumpang tindih kepentingan dan koordinasi yang lemah di kawasan ini. Tujuan utama dari penelitian adalah menyelidiki perkembangan para pedagang informal di kawasan rawan bencana longsor yang terletak koridor Jalan Payung Kota Batu dengan lebih meninjau faktor-faktor pendorong aktivitas-aktivitas informal, kerawanan kawasan longsor, dan hubungan antar pemangku kepentingan. Tipe dari penelitian ini diarahkan pada explanatory research dengan metode kuantitatif dan kualitatif, serta strategi penelitiannya adalah penelitian case study. Perolehan data-data melalui observation, questionnaire, dan in-depth interview dianalisis dengan mix analysis antara metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah tinjauan terhadap faktor-faktor pendorong aktivitasaktivitas para pedagang informal yang dipengaruhi oleh tiga aspek, yaitu aspek fisik, sosial, dan ekonomi yang menyajikan tingkat kepentingan dan pengaruh pada kawasan tersebut yang menggerakkan informalitas sebagai suatu tindakan terstruktur. Hal ini mempengaruhi tingkat kerawanan longsor di kawasan ini disebabkan oleh proses-proses alam dan interaksi kegiatan-kegiatan manusia yang meliputi physical, structural, social, economic dan environmental vulnerabilities Oleh karena itu, para pemangku kepentingan yang mengendalikan sumberdaya dengan maksud memperoleh sumberdaya utama untuk mencapai tujuannya dan mempertahankan keberadaannya secara berkesinambungan, maka mereka seharusnya mewujudkan jaringan-jaringan organisasi yang dihubungkan oleh ikatan-ikatan relasi secara langsung maupun tidak langsung.
Payung Street is a part of regional road network that connects several regions in East Java Indonesia. Corridor of Payung Street is sited in an area that has steep terrain. Landslides are taken place frequently in the corridor every rainy season, so informal trader activities potentially emerge fatal impacts in the area and underneath area. This area is managed by municipal government of Batu, provincial government of East Java, state forestry company, and traders association which have overlapping interests and poor coordination. The driving factors of the informal trader activities reviewed in three aspects: physical, social and economic present significance and influence of the area to generate the informality as an arrangement of action. Vulnerability of the landslide in this area is derived from the natural processes and the interaction of human activities that consist of physical, structural, social, economic and environmental vulnerabilities. The stakeholder is set up of other stakeholder who controls resources in order to obtain the essential resources for goal achievement and continued existence. Directly or indirectly, the stakeholder relationship between the governments should be in coordination relationship, but the relationship between the government and the traders association should be in cooperation relationship
Kata Kunci : stakeholder relationship, informal traders, landslides risk area