Laporkan Masalah

OUTPUT AND EMPLOYMENT OF MANUFACTURING SECTOR IN CENTRAL JAVA PROVINCE: SOURCES OF GROWTH AND MULTIPLIER USING THE I-O TABLES IN 2000 AND 2008

AIDZIN, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Perekonomian Jawa Tengah sebagian besar di dukung oleh sektor industri manufaktur. Sektor ini menjadi salah satu pendorong utama karena kontribusinya terhadap pertumbuhan total output Jawa Tengah lebih dari 34 persen selama periode 2000-2008. Sector ini juga mampu menyerap hampir 17 persen dari total tenaga kerja pada tahun 2008. Tesis ini mengkaji sumber-sumber pertumbuhan output dan tenaga kerja yang fokus pada sektor manufaktur di dalam perekonomian Jawa Tengah selama 2000-2008 dengan menggunakan suatu metode dekomposisi di dalam kerangka input-output. Modelnya menggunakan dua table I-O yang dapat dibandingkan yaitu tahun 2000 dan 2008 sebagai sumber data utama dan menghitung perubahan output dan tenaga kerja dari sisi permintaan. Sumber pertumbuhan output di uraikan ke dalam ekspansi permintaan domestik, perubahan teknologi, ekspansi ekspor, dan substitusi import, sedangkan sumber pertumbuhan tenaga kerja di uraikan ke dalam ekspansi permintaan domestik, perubahan teknologi, ekspansi ekspor, substitusi import, dan perubahan koefisien tenaga kerja. Tujuan kedua dari tesis ini adalah mengkaji pengganda output dan tenaga kerja untuk sektor yang sama. Selanjutnya, tujuan terakhir adalah untuk mengetahui implikasi kebijakan pengembangan sektor industri manufaktur terhadap perekonomian Jawa Tengah. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pertumbuhan output sektor manufaktur di sebabkan oleh efek substitusi impor (IS), diikuti oleh ekspansi konsumsi rumah tangga (DD1) dan ekspor (EE), sedangkan substitusi impor (IS) memainkan suatu peranan signifikan dalam pertumbuhan tenaga kerja, diikuti oleh ekspansi konsumsi rumah tangga (DD1) dan pemerintah (DD2). Dalam hal pengganda (multiplier), makanan, minuman dan tembakau, dan produk kayu adalah dua subsektor yang secara relatif mempunyai pengganda output dan tenaga kerja tinggi. Kebijakan yang diterapkan untuk mengembangkan sektor industri memberikan implikasi positif terhadap perekonomian Jawa Tengah yaitu peningkatan jumlah populasi pada sektor industri terutama industri berskala kecil dan menengah. Hal ini akan meningkatkan output sektor industri dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Selain itu, peningkatan jumlah industri skala kecil dan menengah akan meningkatkan kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Jawa Tengah.

The economy of Central Java was mostly supported by the manufacturing sector. It has been one of the main driving forces since its share on total output growth of Central Java was more than 34 percent during the 2000-2008 period. This sector was also able to absorb almost 17 percent of total employment in 2008. The thesis examines the sources of output and employment growth focusing on the manufacturing sector in Central Java’s economy over 2000-2008 using a decomposition method within the input-output (IO) framework. The model uses two comparable IO tables for 2000 and 2008 as the main data sources and accounts for output and employment changes from the demand side. The output growth is decomposed into domestic demand expansion, technological change, export expansion and import substitution, while the growth of employment is decomposed into domestic demand expansion, technological change, export expansion, import substitution and employment coefficient change. Second objective is to examines output and employment multiplier for the same sector. In addition, the last objective of this study is to know policy implications of development in manufacturing sector on economy of Central Java. The result shows that most of the output growth of the manufacturing sector was caused by the effect of import substitution (IS), followed by household consumption (DD1) and export expansion (EE), while import substitution (IS) played a significant role in the employment growth, followed by household consumption (DD1) and government consumption (DD2). In terms of multiplier, food, beverages and tobacco, and wood products were two subsectors that had relatively high output and employment multiplier. Policies implemented for developing industrial sector give positive implications on economy of Central Java, i.e. the increase of number of population in industrial sector, particularly, small and medium scale industry. It will increase output of industrial sector and increase economic growth in Central Java. Moreover, the increase of number of small and medium scale industry will increase job opportunity and reduce unemployment and poverty in Central Java.

Kata Kunci : Sektor industri manufaktur, pertumbuhan output, pertumbuhan tenaga kerja, input-output, decomposition, pengganda


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.